Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pertama Kali Puasa Bareng Peserta Liga Blogger Indonesia


[artikel 46#, kategori LBI] Tahun ini merupakan yang pertama saya bisa merayakan bulan puasa bersama peserta Liga Blogger Indonesia. Maklum saja, kompetisi yang begitu panjang membuat kami terus terhubung satu sama lain. Seperti apa pengalaman pertama ini?

Banyak tantangan yang harus dihadapi selama puasa, tapi saya bersyukur bahwa peserta tetap semangat. Entah dengan cara apa saya harus membalas keringat mereka yang notabene kompetisi ini tidak memiliki kemewahan dari segi hadiah kepada mereka.

Saya bahagia meski penuh derita

Agak lebay menghubungkan 2 kata di atas, tapi itulah kalimat yang pas menggambarkan keadaannya. Saya sangat bahagia karna ada sesuatu yang bisa dikerjakan. Waktu saya tidak terbuang percuma dan pengetahuan saya semakin bertambah dengan adanya tulisan yang mereka publish.

Seperti seorang penjelajah atau bahasa kerennya traveling, membaca tiap postingan dari mereka, seperti saya berada di tempat mereka. Dari Kalimantan, pindah ke pulau Sumatra. Dari Jogja, pindah ke Bandung. Dan begitu seterusnya tiap minggu.

Tapi saya juga harus berkata apa adanya juga bagaimana saya cukup menderita di sini meski mungkin saja para peserta ada yang lebih menderita dari saya. Tak perlu saya ceritakan, takutnya lebay jadinya.

Saya ucapkan terima kasih dan selamat puasa

Dengan sangat tulus, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas waktu dan semangatnya yang tak pernah padam. Saya pikir selama menjadi bloger, inilah pekerjaan saya yang saya anggap paling luar biasa. Memanage kompetisi dan tetap memberikan kontribusi.

Selamat berpuasa, mohon maaf lahir dan batin. 
Sekali lagi, saya senang bisa merayakan bulan puasa bersama kalian.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini