Pertemuan Tiba-tiba dan Jatuh Cinta dengan Sederhana


[Artikel 30#, kategori Pria 30 Tahun] Saya sangat berharap dengan suasana seperti ini, datang ke sebuah acara dan bertemu dengan seorang wanita. Pertemuan tiba-tiba tersebut membuat saya dan dia merasakan jatuh cinta. Saya yakin, situasi ini bukan hanya ada pada film saja, di dunia nyata pasti ada. Meski harus diakui 1 berbanding 10, alias sulit.

Beberapa tahun lalu, saya pernah merasakan hal ini. Tapi malah bukan saya yang benar-benar jatuh cinta dan malah si perempuan tersebut yang merasakan. Entah bagaimana mengungkapkannya, waktu itu hingga akhirnya jadian, saya tidak bisa melukiskan dengan kata-kata bahwa kami pacaran.

Ia sangat cantik, dan paling spesial adalah ia berkerudung. Calon pasangan yang sepertinya diidam-idamkan banyak pria. Dan biasanya ini disukai mertua. Saya sendiri masih terkejut dan belum bisa berpikir realistis bahwa saya memilikinya. 

Namun ketika saya ingin benar-benar jatuh cinta, ia malah pergi. Ia seperti menahan beban yang tidak bisa dipikul sendiri bahwa cintanya hanya sepihak. Ia ingin saya memberikan 100%. Namun entahlah, kebegoon pria kadang membuat wanita merasa juga ikut jadi bodoh. 

Apakah disisa umur 30 ini bisa merasakan?

Saya menyesal meski si wanita juga yang meninggalkan lebih dulu. Saat ingin kembali, entah mengapa saya dikategorikan mantan yang sama seperti lainnya. Merengek-rengek kayak anak Sekolah dan kelakukan seperti itu dilakukan banyak mantannya. Jujur, saya langsung terluka. Ini bukan soal harga diri, tapi sepertinya kata-katanya membuat sakit hati.

Disisa beberapa bulan menutup usia 30 tahun, saya malah berharap menemukan cinta disebuah kondisi yang tiba-tiba. Bila cerita di atas sebelumnya adalah si wanita yang jatuh cinta, saya berharap kali ini saya dan dia yang juga jatuh cinta. Itu sangat sederhana dan meyakini bahwa itu adalah takdir.

Saya sempat optimis saat duduk diantara banyak peserta yang saya hadiri beberapa hari sebelumnya. Saya melirik kanan - kiri dan di sana banyak wajah-wajah cantik yang saya anggap siapa pun yang terpilih nantinya, saya tak akan ambil pusing.

Ternyat tidak mudah. Saya mulai pesimis saat ini, bila menghitung waktu yang sebentar lagi akan masuk kadaluwarsa. Apakah saya harus bertarung diangka 31 untuk menemukan pasangan. 

Satu sisi, banyak tanggung jawab dan pikiran yang harus saya kerjakan. Satu sisi lainnya, saya juga manusia dan pria yang butuh seseorang untuk mendengarkan saya bercerita.

...

Keinginan itu sepertinya sulit. Saya hanya bisa pasrah menutup usia saya tanpa rasa cinta sepertinya. Dan saya akan kembali dengan usia baru saya, dan berharap ada keajaiban nantinya.

Menemukan wanita yang mengatakan suka kepada pria itu perbandingannya 1 banding 10. Sangat kecil sekali rasanya, dan saya berharap bila dihitung 99%, saya menginginkan 1% saja.

Ini adalah harapan bukan tentang bagaimana kesedihan saya yang begitu mendalam saya tuangkan. Bila yang membaca merasakan hal tersebut, mohon dimaklumi karna ini perjalanan hidup saya.

Dan tentu saya juga ingin punya cerita yang berakhir bahagia. Bukan hanya film Drama Korea, tapi saya. Pria masa kini yang menjadi tema selama ini, tahun 2016-2017.

*Soal si dia, tentu wanita baik bersama pria baik. Saya yakin mereka sangat bahagia

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

September yang Hebat