Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hari Pertama Puasa, Kedatangan Keluarga

Kafe Flamboyan, Hotel Grand Candi

[Artikel 15#, kategori puasa] Puasa kali ini penuh warna, berbeda dengan tahun lalu yang dijalani hanya sendiri. Kedatangan keluarga, meski di tengah pandemi, membawa cerita sendiri. Mereka datang lagi setelah awal tahun kemarin ke sini. Saya senang dengan suasana puasa kali ini di rumah yang penuh kehangatan.

Tentang kekhawatiran tentu selalu ada. Apalagi yang berhubungan dengan produktivitas dan jadwal yang sudah melekat. Namun, kali ini tidak masalah. Saya hanya perlu bekerja keras.

Hari pertama puasa

Bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lainnya masih diterpa Corona tahun ini. Sudah satu tahun ternyata pandemi ini belum berlalu. Mengkhawatirkan dan memberi was-was sendiri.

Hari pertama puasa terpaksa dilalui di luar, meski ada keluarga datang. Mau gimana lagi, undangan berbuka puasa di hotel datang sebelum puasa menyapa di tanggal 13 April 2021 yang jatuh pada hari Selasa.

Kapan lagi bisa buka di hotel Grand Candi, pikir saya yang tetap memutuskan pergi saat hari pertama puasa. Pilihan sulit, tapi fokus saya sudah di sana. Maafkan saya karena tidak berbuka bersama dengan keluarga.

Tak banyak aktivitas

Satu-satunya kegiatan yang saya lakuin adalah berada di depan laptop. Bersepeda rasanya tak mungkin, saya tidak ingin kehausan saat matahari berada di atas kepala.

Puasa juga membuat saya tidak meminum kopi di awal-awal. Saya masih mencoba beradaptasi dengan pola makan baru agar maag saya tidak kambuh. Kopi memang sangat penting dan teman bekerja saya, tapi mau gimana lagi.

...

Keluarga di sini maksudnya adalah keluarga si pemilik rumah, bukan keluarga asli saya. Ketika mereka ada di sini, makan tempe ukuran besar dan ikan goreng seperti sebuah kemegahan (kemewahan level tinggi) buat saya.

Meja makan yang tiap puasa kosong melompong, dengan adanya mereka terasa penuh sesak. Makanan ada di mana-mana, gelas, cemilan dan sebagainya.

Saya selalu bersyukur atas apa yang diberikan hari ini, sehat selalu buat kita semua.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini