Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Maag kambuh di Hari ke-12 Puasa

Gambar : Ilustrasi

[Artikel 29#, kategori kesehatan] Sudah menjaga pola makan buka puasa awal-awal dengan baik, hanya memakan kurma dan air putih, eh ketemu situasi yang tidak memungkinkan berbuat banyak untuk berkata tidak. Terpaksa deh dan lupa jadinya.

Sabtu, 24 April, yang dikhawatirkan terjadi juga. Penyakit maag yang sudah menemani sejak kecil datang lagi. Padahal sudah diantisipasi, setidaknya saya benar sudah membekali obat maag di rumah.

Sambel ayam gepuk

Sore yang indah untuk saling berbicara dan menjaga. Karena sebuah alasan, saya mau tidak mau ikut mereka berbuka di luar. Orang rumah akan segera kembali ke kota asal, ajakan yang berkali-kali disebutkan, akhirnya luluh dalam dekapan.

Setelah menyelesaikan kiriman paket, kami bertiga menuju tempat makan favorit yang ada di jalan Soekarno-Hatta. Sayangnya, rumah makan Bebek Solo sedang tutup. Mungkin mengantisipasi larangan mudik, makanya tutup lebih cepat.

Sudah kepalang tanggung, akhirnya kami tetap memutuskan buka di luar dengan mencari tempat alternatif. Dan itu ketemu, sebuah tempat yang juga akrab di telinga.

Praha dimulai, ayam gepuk dengan sambel yang memikat tak terkira akan membawa saya menuju penyakit yang sangat akrab, maag.

Tidak ada kurma yang rasa manisnya menetralkan asam lambung. Es teh manis pun, sudah tidak berguna ketika saat buka, sudah meminum minuman dingin yang rasanya kurang lebih sama, rasa manis.

Rasa manis sebenarnya dapat membantu mengurangi asam lambung berlebih yang membuat maag tidak akan datang. Ternyata, kekhilafan saya menikmati ayam gepuk dengan sambel adalah bagaimana saya memanggil maag itu sendiri.

Terpaksa, saya tidak puasa. Maag mendadak kambuh dan itu butuh setidaknya 2-3 hari untuk netral kembali. Pada akhirnya itu adalah kesalahan diri sendiri yang memancing maag kambuhan datang lagi.

...

Sekuat apapun kita menjaga, pasti ada rasa bersalah karena lupa. Sama seperti menjaga perasaan, sekonsisten apapun kata cinta yang ditiupkan di telinga pasangan, kalau tidak jodoh, ya tetap pergi.

Semoga maag saya segera sembuh dan puasa saya tetap lanjut. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini