Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Dua Lapangan

[Artikel 69#, kategori futsal] Kamis minggu ini, teman-teman futsal membludak dari biasanya. Mau tidak mau harus mengkoordinir yang belum main biar adil. Pilihannya, nambah jam atau buka lapangan. Secara lapangan sebelah tidak ada yang gunakan dan kalau nambah pun sekarang ini dipersulit semenjak memakai aplikasi.

Malam ini (22/4/2021), suasananya begitu ramai. Tentu itu menyenangkan, apalagi seluruh area lokasi kami kuasai semua. Tidak ada tim lain selain kami saat itu.

Ada senang, ada khawatiranya juga. Bila biasanya bergiliran bermain masuk lapangan dengan durasi maksimal 20 menit untuk 2 jam, kali ini dengan jumlah pemain yang banyak mau tidak mau harus memakai lapangan sebelahnya yang kosong.

Puas, tapi melelahkan

Seharusnya dengan tambahan lapangan, saya bisa lebih leluasa bermain tanpa memikirkan pergantian waktu. Yang terjadi adalah kami terus bermain lebih dari 20 menit. Ya, itu benar-benar melelahkan dari biasanya.

Dampak lainnya, uang iuran bulanan harus ditambah untuk sewa di luar iuran wajib. Untungnya bawa uang sih, kalau nggak pasti ngutang atau minta bayarin.

Mau protes, semua menikmati fasilitas 2 lapangan. Yaudah, pasrah jadinya. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini