Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kucing Mati Kelindes Mobil

[Artikel 24#, kategori kucing] Ada-ada saja derita yang menghampiri ketika kata ikhlas sudah diucapkan. Nasibnya tidak sebaik saudara-saudaranya, sialnya malah mati karena kelindes mobil tetangga. 

Sesaat tidak percaya bahwa kucing itu tewas tergeletak, pikiran masih berucap mungkin dia sedang tiduran saja. Kenyataannya, hari itu adalah hari terakhir ia kembali ke rumah dan menyapa saya.

Saya seperti tidak dianugerahi sebagai pemilik kucing yang baik. Ini kesekian kalinya mendapati binatang peliharaan mati. Mau biarkan saja itu terjadi karena kematiannya karena kecelakaan kendaraan, tapi kasian juga dibiarkan. 

Akhirnya memutuskan menguburnya di sekitar rumah. Selain dekat, waktunya juga beranjak menuju magrib. Perasaan sedih bercampur kesal karena kucing ini masih belum genap 1 tahun umurnya.

Ditambah, seharusnya yang mengurus kematian kucing adalah pengemudi yang menabraknya. Saya jadi ingat Ayah saya yang menabrak kucing dan bergegas menguburkannya dengan pakaian yang dikenakan.

Sedangkan ini, dibiarkan saja di jalan. Usut punya usut, ternyata malah tetangga yang lumayan dikenal yang menabrak. Shock lagi dibuatnya.

Orang baik terkadang tidak mengetahui seberapa buruk apa yang mereka lakukan. Mari mendoakan si kucing agar ia kembali ke surga dan beristirahat dengan tenang.

Sempat diurus tetangga

Ketika si kucing muda ini mulai sering dikasih makan tetangga, si kucing mulai jarang di rumah. Entahlah, kenapa nalurinya berubah. Padahal tiap malam selalu dikandangin.

Saya sempat mengambilnya kembali, namun tetangga mengatakan tidak apa-apa bahwa ia akan merawatnya. Tentu itu adalah salah satu keuntungan buat saya sebenarnya, terutama jumlah makan yang harus dikeluarkan.

Siang itu, sebelum si kucing mati sore harinya, kucing tersebut menghampiri saya pagi harinya. Bertindak jinak, mengelus-elus tubuhnya ke kaki saya. Saya tidak mengira itu adalah salam perpisahannya.

Gambar hanya ilustrasi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☕ Cerita Juli: Memulai Misi Hemat Bersama Kopi Luwak Sachet

📌 Sekali Seumur Hidup: Menjaga Asa Menikah di Usia 40 Tahun