Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Jahe Hangat, Minuman Buka Puasa Tahun Ini yang Wajib Diminum


[Artikel 12#, kategori puasa] Puasa tahun ini bagi semua orang terasa berbeda. Termasuk saya yang akhirnya benar-benar menjalankan puasa. Biasanya, mungkin akan banyak bolongnya. Sambil menunggu azan berkumandang di udara, segelas jahe hangat jadi hidangan pembuka kala waktu berbuka.

Pandemi corona bukan saja memberi rasa khawatir, namun juga persediaan vitamin yang saya konsumsi sudah tidak ada dalam lemari kaca di Apotik dekat rumah. Padahal sebelum koronavirus menyerbu, mendapatkannya sangat mudah.

Ketika akhirnya saya menyerah karena alternatif vitamin C juga tidak saya temukan, sudah mencarinya diberbagai minimarket dan apotik terdekat, jahe terdengar paling sering terdengar di telinga. Imun tubuh yang dikelola lewat vitamin C, kali ini diserahkan kepada jahe yang rebus setiap hari.

Segelas jahe hangat

Banyak khasiat meminum jahe hangat, khususnya mengenai daya tahan tubuh. Jahe disenyalir dapat memperkuat imun kala isu lemahnya daya tahan tubuh seseorang yang mudah diincar koronavirus.

Sugesti tersebut akhirnya membuat saya membeli banyak jahe dari tukang sayur. Lumayan lebih hemat dari sisi pengeluaran, apalagi di tengah pandemi begini yang memutus rejeki karena tidak keluar rumah.

Segelas jahe hangat jadi teman kala berbuka puasa. Yang menakjubkan meminumnya adalah haus yang awalnya itu sangat luar biasa, pengen air es pas berbuka, mendadak sirna. Eh lega, maksudnya.

Meski itu hangat, meminum jahe hangat segelas mampu mengusir haus yang luar biasa. Hausnya terasa hilang. Saya baru sadar tentang khasiat jahe di sini.

...

Banyak kebiasaan baru yang lahir semenjak koronavirus datang ke negeri ini. Sikap waswas, khawatir dan takut terkena virus, membuat saya mencoba berbagai hal yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.

Puasa yang juga datang berbarengan membuat segalanya lebih berbeda. Jujur, membuat minuman jahe hangat ini baru kali ini dilakukan. Apalagi menemani saat berbuka puasa.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini