Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Jemur Bantal Guling Malah Kehujanan


[Artikel 9#, kategori Lucu] Saya baru sadar ketika keinginan untuk melihat hujan (sapa tau ada yang menarik) di teras rumah, mendadak jadi konyol kala bantal dan guling yang dijemur sebelumnya belum diangkat. Ya, sudah terlanjur basah siraman hujan yang sangat deras hari ini.

Antara kaget atau menertawakan diri sendiri karena kebodohan sendiri. Saat saya berbagi cerita ini ke dia, saya mau tidak mau menerima ejekannya. Ya, saya tolol. Dan mungkin kamu juga akan tertawa jika saya mengabarinmu sekarang.

Kekonyolan ini bukannya jadi introspeksi diri, saya malah mencari cara bagaimana saya berbagi cerita ini di media sosial. Di Twitter, ah gak deh. Stories Instagram, jangan deh. Dan terpaksa di blog ini.

Saya jarang menertawakan diri sendiri ternyata di blog pribadi saya ini. Gak apa-apa deh, tambah konten meski itu bukan hal positif atau sedih. Terakhir bulan Juni 2019.

Jemur pakaian

Kamu bisa bayangkan betapa bodohnya saya yang menghiraukan bantal guling saya kehujanan. Padahal posisi saya pas hujan masih turun pelan, saya sedang menjemur pakaian. Dekat banget.

Bahkan saya masih sempat-sempatnya berbagi di Twitter tentang hujan yang mengguyur Kota Semarang. Andai ingat punya jemuran bantal guling, kejadian konyol ini mungkin tidak terjadi.

Nasi udah jadi bubur.
Hahahaha 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini