Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Akhirnya Kesampaian Makan Opor Ayam


[Artikel 11#, kategori Lebaran] Lebaran terasa sangat istimewa meski sedang pandemi Corona tahun ini. Tak lain, tak bukan karena harapan menikmati Opor Ayam kesampaian juga pada akhirnya. Ini sungguh luar biasa. Beberapa lebaran selalu memimpikannya.

Koronavirus jelas menyusahkan, tapi karena itu juga saya beruntung. Lebaran yang tiap tahun hampir dirasakan seorang diri, kali ini, sedikit berbeda karena penghuni lainnya terpaksa tidak mudik karena anjuran pemerintah.

Dengan alasan itu, ia akhirnya membuat hidangan lebaran di rumah kali ini begitu spesial. Soal jago masak, tak pernah ragu pokoknya. Meski terkadang menyebalkan saat selesai masak, banyak sisa-sisa bahan yang tidak dibersihkan dan berceceran kemana-mana.

Meski tidak sempurna seperti masakan rumah (orang tua), tetap saja hidangan opor ayam selalu menggugah selera. Takbir yang terus bersahut-sahutan terasa indah saat makan.


Terima kasih untuk lebaran tahun ini. Dan penghuni bawah yang seharusnya mudik, malah membawa berkah bagi saya. Koronavirus, ah sudahlah. Selalu ada hikmah dibaliknya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini