Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Keluarga Baru di Hari IdulFitri


[Artikel 12#, kategori rumah tangga] Ini bukan kisah tentang saya, ini kisah tentang para pasangan muda yang beberapa bulan lalu melangsungkan pernikahan dan momen Idulfitri, mereka dikarunia buah hati. Selamat datang keluarga baru.

Instagram dan facebook, dua platform media sosial ini mempertontonkan bagaimana kebahagiaan para pasangan muda. Saya tak menyangka bakal terpengaruh karena mereka dan menuliskannya saat ini.

Kebahagiaan yang sudah tak tertahankan dan akhirnya pecah dengan beragam komentar dan suka di media sosial. Siapa tidak ingin menyebarkan cerita indah dari pencapaian dua individu yang memutuskan melebur dalam satu ikatan?

Saya ikut senang dan tentu mengucapkan selamat, meski dari sini. Semoga lebaran tahun ini menjadi berkah buat kita semua, terutama para pasangan muda dan keluarga baru mereka.

Tetap kontrol 

Meski kebahagiaan itu menular, kadang juga prihatin saat pasangan muda ini terus menceritakan kisah mereka lewat media sosial. Anak yang baru lahir, sudah terpapar di jagad dunia maya. 

Benar, hanya berbagi. Tapi masa depan tidak ada yang tahu. Bukan soal iri, hanya saja menjaga diri. Kita tahu bagaimana dunia di media sosial bekerja. Bagai 2 sisi, bagi para pemasar tentu, media sosial adalah alat. Sebaliknya, bagi para pembenci. Ah sudahlah, sisi ini semua orang rasanya mengerti.

Yang terpenting ketika merasa bahagia dengan pasangan dan buah hati, tetaplah mengontrol diri. Mana yang baik, dan mana yang tidak baik.

...

Menikah adalah impian setiap orang, meski ada juga yang tidak menginginkannya dalam artian masih mencari yang cocok. Entahlah. Saya berharap tentunya memiliki ikatan resmi dengan seseorang wanita.
 
Idulfitri kali ini tampak luar biasa meski di tengah pandemi. Orang-orang yang saya kenal, begitu bahagianya dengan kedatangan keluarga baru mereka. Sungguh itu perasaan yang tidak bisa diukur.

Selamat, semoga anak-anak kalian menjadi anak yang membanggakan kedua orang tuanya. 
Dan tetap mengontrol diri untuk berbagi di internet, khususnya media sosial.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini