Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Twitter, Tempat Melihat Peristiwa


[Artikel 10#, kategori Twitter] Tidak pernah terbayangkan bulan ini adalah satu tahun saya menyematkan tweet tentang 'Twitter adalah tempat melihat peristiwa' di bio akun @asmarie_ dengan gambar kucing. Saya masih meyakini hingga sekarang dan belum ingin menurunkannya.

Saya seperti menancapkan pembatas pada jari jemari dan pikiran saya sendiri lewat tweet tersebut. Godaan linimasa yang semakin hari semakin sibuk mengurusin orang-orang, membuat saya menahannya.
Twitter masih jadi tempat berisik seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang membedakan setelah algoritma mereka terus diperbarui adalah pengguna semakin bebas berbicara.

Istilah netizen dan warga +62 sering terdengar ketika terjadi peristiwa. Akun-akun dengan gambar yang berbeda, anonim, semakin merajalela. Saya menyayangkan akun personal yang termasuk kategori baik dan menginspirasi malah tidak menggunakan foto sendiri.

Memang rahasia pribadi adalah hal utama yang harus dijaga. Tapi derasnya akun baru yang belum lama dibuat, seharusnya itu menjadi pembeda. 

Twitter baru-baru ini juga memberi banyak pembaharuan. Apakah itu sebagai jawaban atas banyak keluhan yang akhirnya memberi Twitter tujuan baru buat pengguna untuk bermedia sosial.

Saya harap tetap menjaga pribadi di linimasa.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini