Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ceritakan Soal Mantan ke Pasangan, Malah jadi Mantan juga


[Artikel 8#, kategori Lucu] Ketika kejujuran dalam hubungan adalah simbol cinta. Maka itu adalah jalan menuju kehancuran dikemudian hari. Terlalu jujur bisa saja jadi cara bodoh mengaku budak cinta atau sangat mencintai. Benarkah? Jawab sendiri.

Sialan! Pikir saya sambil menyapu halaman depan rumah. Mungkin ini bisa disebut kejadian lucu dalam hidup saya. Tahu gitu bakal bernasib sama, lebih baik saya tidak pernah bersikap jujur sama sekali.

Saya tertawa sendiri. Bagaimana bisa kejadian itu malah kembali kepada saya. Dengan bangganya saya bercerita tentang mantan dan memperlihatkan mereka dari akun Instagram yang masih saling mengikuti.

Saya jadi ingat, mundur kebelakang, saat bercerita tentang mantan memang suasananya lagi senang. Saat itu saya lupa apakah saya terlalu sombong atau gimana?

Kini, menengok media sosial rasanya gimana gitu. Apalagi hanya saya yang mengikuti. Semua akun sudah unfollow semua olehnya. Saya berpikir berteman itu adalah cara jadi manusia.

Ah waktu saya sudah selesai menyapu halaman. Saya merasa malu dan senyum sendiri hari ini. Saya mau sedih pun tidak mungkin. Andai waktu bisa diputar kembali, saya tidak ingin banyak bercerita tentang wanita lain yang ada di masa lalu kepadanya.

Karena saya tidak ingin kejadian terus berulang-ulang. Apakah menjadi baik itu begitu sulitnya? Mari mentertawakan kebodohan diri sendiri hari ini. Saya harap hidup saya ini tidak membosankan karena banyak hal yang membuat saya tersenyum sendiri.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini