Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Milenial, Generasi yang Paling Tidak Loyal Dengan Tempat Kerja


[Artikel 20#, kategori generasi] Saat kembali melihat artikel terkait postingan tentang generasi, saya baru sadar bahwa ini ada hubungannya dengan postingan sebelumnya yang pernah saya update di blog saya ini. Intinya kurang lebih sama.

Saat Mas Yuswohadi berencana membagikan bukunya secara cuma-cuma tentang generasi milenial, yakni Millennials KILL Everything di Twitter. Di situ saya sangat tertarik. Meski mungkin peluangnya kecil, saya tetap berharap mendapatkannya.

Tantangannya adalah beliau baru akan memulai tweet jam 9 malam. Waktu yang tidak ramah buat saya sebenanrnya. Tapi sudah keburu niat dan hiraukan saja tata tertib hidup saya.

Momen 

Tweet yang ditunggu akhirnya tiba juga. Menarik menengok kicauan beliau saat itu, mengingat konten yang dibawa diambil dari isi bukunya.

Generasi milenial yang bekerja menjadi pilihan topik. Bagaimana mereka adalah generasi yang menyukai bekerja, kehidupan, dan bermain. Dan itu semakin tipis. Langsung aja lihat momen (fitur dari Twitter) berikut ini.


Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini