Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Selamat Idulfitri 1440 H


[Artikel 8#, kategori Lebaran] Saya kembali membaca postingan setahun lalu tentang opor ayam. Diakhir tulisan halaman tersebut, apakah tahun depan (itu artinya lebaran sekarang) saya bisa memakan opor? Dan jawabannya sama sekali tidak.

Selasa, 21 Mei 2019, tuan rumah sudah pergi mudik. Saya menolak ajakan ikut mudik karena saya ingin lebih fokus dengan dotsemarang dahulu. Saya tak perlu dicap anak tak berbakti, karena sudah beberapa kali lebaran tidak pulang, jadi rasanya sudah biasa.

Cuaca di Semarang Lebaran yang jatuh pada hari Rabu dan Kamis (5-6 Juni) kali ini sangat cerah. Bahkan siang hari yang selama puasa sangat terik, kali ini lebih adem. Oh ya, sehari sebelum idulfitri, saya malah pergi ke bandara dengan bersepeda.

Salat di Masjid Agung Jawa Tengah

Sempat bingung memilih lokasi salat id kali ini, apakah di lapangan Simpang Lima atau Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Setelah melihat postingan tahun lalu di blog dotsemarang yang kala itu salat di Simpang Lima, akhirnya memilih MAJT. Lumayan dekat.

Sebenarnya di sekitar rumah ada penyelenggaraan salat id yang lokasinya ditaruh di jalan. Dasarnya saya bukan sekedar masyarakat biasa, saya selalu mencari sesuatu yang berkaitan dengan dotsemarang agar bisa diposting. MAJT tentu saja menarik dari sisi konten.

Jam 5 pagi sudah pergi dari rumah. Meski lampu di jalan-jalan masih menyala, dan dingin yang masih merasuk jiwa, datang lebih awal lebih dikarenakan menghindari macet dan tidak kebagian tempat. Naik sepeda? Tentu saja.

Lebih baik menghabiskan waktu di plataran MAJT ketimbang mepet waktu. Mendapatkan spot bagus agar sudut pandang lebih menarik adalah pikiran saat itu.

Jadwal salat id hari ini dimulai setengah 7 pagi. Tapi sedikit molor. Yang tidak saya sadari adalah pengisi ceramah adalah Menristek, Prof. H. Mohamad Nasir, AK. Ph.D.

Tahu salah satu tema yang dimasukkan dalam ceramah setelah salat? Era revolusi industri 4.0 jadi bahannya. Itu benar-benar sangat menarik. Melihat orang-orang kita terus diberi pemahaman seperti ini tentu saja kita akan siap menuju Indonesia yang lebih baik. Seharusnya.

Berharap ada keajaiban

Disatu sisi saya ingin menjadi kuat dalam artian pria yang lebih baik, dari sisi harta, pekerjaan dan kelebihan lainnya. Namun sisi lain, saya tetaplah pria biasa yang berharap seseorang datang.

Saya pikir, saat saya tetap ada di tempat biasanya, orang-orang akan datang melihat saya. Menjaga nama tetap hadir memang seakan mudah. Tapi itu butuh keajaiban rasanya.

Mungkin suatu hari.

...

Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir batin. Saya harap kalimat maaf ini bisa diterima semua orang tanpa memilih perbedaan karena masa lalu.

Dan kesempatan makan opor ayam kali ini tidak dapat diraih kembali.  

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini