Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pindah Kerja yang Seolah Biasa Bagi Milenial


Orang-orang yang memiliki kemampuan dan berpikir luas ke depan kebanyakan memutuskan bertarung di Ibu Kota yang memiliki persaingan sengit. Saya melihat orang-orang ini selama perjalanan dotsemarang dari awal hingga sekarang.

Selama ini saya mengamati dan membaca bagaimana orang-orang milenial melewati kehidupannya yang begitu luar biasa. Mereka katanya tidak mudah dikekang dan keinginannya mendapatkan kenyamanan merupakan hal utama yang membedakan mereka dengan generasi sebelumnya.

Kini, saya melihat kenyataannya. Sebuah unggahan dari media sosial yang penggunanya cukup saya kenal. Enak sepertinya pindah-pindah tempat kerja dari sudut pandang saya.

Apakah perasaan betah tidak lagi menjadi syarat sebuah kesuksesan? Saya tidak mengerti. Karna mereka yang menjalani.

Bila dipikir lagi, bagaimana mereka yang akan mendapat pegawai negeri sipil? Apakah juga akan mudah berpindah tempat kerja? Label milenial yang tersemat benar-benar terbukti di lapangan.
"Dari riset setidaknya generasi milenial bisa bertahan dua tahun dalam satu pekerjaan. Milenial lebih cepat memilih dan tidak fokus di satu pekerjaan. Tidak bisa disalahkan, karena dulu pilihan nggak banyak. Jadi ini kebanyakan pilihan membuat milenial kadang-kadang galau lagi milih pekerjaan", Yoris Sebastian.
...

Tidak ada yang salah sebenarnya. Kita hanya perlu memahami saja. Meski begitu, saya rasanya iri juga. Andai saya bekerja di tempat kerja (perusahaan dsb), apakah saya akan mengikuti takdir tersebut.

Mungkin saja. Namun bila memilih, saya tetap memilih bekerja sebagai pemilik blog saja. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini