Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kedatangan Lagi Keluarga Baru Tinky


Hari ini ada yang bisa saya ceritakan, tentang kelahiran dari keluarga kucing. Bagaimana tidak ingin bercerita. Ini momen penting dan ini bakal jadi tantangan baru dalam kehidupan sehari-hari saya ke depan. Selasa (16/10) pagi hari setelah hujan semalam.

Apakah ini berkah? Saya jadi ingat acara Festival Kota Lama bulan September kemarin yang juga hujan hari pertamanya. Saya harap demikian dan memberi kejaiban.

Si Tinky yang saya larang keluar

Hampir satu bulan rasanya saya mengurungnya. Ibu dari anak si Pupu yang baru memiliki anak pertama kali dalam hidupnya. Si Tinky masih saja bisa melahirkan meski dengan umur yang dianggap sudah tua.

Saya terkejut awalnya ketika ada tanda-tanda ia bunting lagi. Seperti salah pergaulan saja, sejak itu akhirnya saya memutuskan tidak akan membiarkannya keluar dengan bebas.

Selama ini saya pikir membebaskannya tanpa tinggal di dalam kandang akan memberi sesuatu yang membuatnya lebih baik. Nyatanya tidak demikian. Ini tips yang punya kucing betina, jangan biarkan si kucing ditaruh di luar.

Awalnya 1 bayi, kemudian

Pagi saya seperti biasa, meski agak telat, memberi makan kucing dan membuka kandang buat kucing-kucing yang terlalu penuh di dalam kandang.

Suara bayi kucing terdengar berbeda dari biasanya. Perasaan saya benar bahwa kelahiran yang ditunggu-tunggu datang juga. Seekor bayi kucing telah lahir di dunia.

Syukulah. Tapi kok cuma satu saja. Padahal perut bunting si Tinky sangat besar. Tidak apa-apa, karena saya pikir sudah banyak kucing yang saya pelihara.

Saya sudah sempat mengabarkan lewat media sosial kabar baik ini. Namun beberapa jam kemudian, lahir kembali 3 bayi kucing. Salah satu bayi yang mencuri perhatian saya adalah bayi dengan warna orange.

Wah, garis keturunan warna putih dari keluarga Tinky sepertinya tercemar. Warna orange, kucing mana yang berani membuntingi si Tinky? Meski tidak kaget karena saya yakin kucing kampung, yaudahlah.

Kini bayi kucing sudah lengkap, ada 4 ekor. Bila dijumlahkan, saya saat ini memelihara 10 kucing. Luar biasa. Saya harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan makanan kucing, sambil berharap ada pengasuh yang ingin membawa bayi.

...

Di masa depan, saya berharap mereka tetap sehat walafiat. Memberi berkah bagi sekitar dan menjadi teman dalam suka dan duka.

Ya, saya berharap ada seseorang yang tertarik dengan kucing untuk membantu saya meringankan dalam pengasuhan kucing yang mau merawatnya alias membawanya.

Silahkan saja, jika mau. Terdengar jahat, tapi ini mengurangi beban saya tentunya. 
Selamat datang keluarga baru Tinky.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini