Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Berakhirnya Penantian si Pupu (Kucing)


[Artikel 7#, kategori Kucing] Bagaimana rasanya tertahan pada suatu tempat dan tidak bisa kembali meski tahu rumahnya ada di depan mata dengan jarak yang tak seberapa? Bukan sehari, namun beberapa hari yang diselingi hujan, panas dan dinginnya malam. Kalau saya yang berada diposisi tersebut tentu berpikir keras bagaimana caranya keluar. Namun...

Tidak dengan kucing betina berwarna putih yang saya beri nama Pupu ini. Rasa takut sepertinya menjadi alasan utama si Pupu tidak dapat kembali. Bila dipikir secara logika manusia, kucing bisa melompat dari tempat satu ke tempat lain (Baca atap rumah) dengan mudah.

Namun ketakutakannya benar-benar sebuah syok yang menyebabkan ia bertahan lebih dari 3 hari di atas atap tetangga. Sebagai pemilik, tentu saya juga berusaha untuk menolong. Hanya saja beberapa alasan tidak dapat menolongnya lebih cepat.

Kini, malam minggu saya sedikit lega setelah menggendongnya turun. Rengekannya yang terus mengeong saat saya tiba lewat pintu rumah tetangga di lantai atas apakah juga membuatnya lega.

Definisi lemas kucing saya tidak mengerti bila melihat si Pupu dengan lahapnya memakan makanannya yang sudah berada di dalam kandang. Serius, di atas tanpa makan. Sedangkan minum mungkin saja air hujan jadi alternatif.

Bersama si induknya yang kini tengah hamil, ia sudah kembali dan saya berpikir untuk tidak melepaskannya beberapa hari. Tapi entahlah, kebiasaan melepas kucing di pagi hari dan memasukkannya di sore hari sudah begitu jadi hal biasa.

Berakhir sudah penantiannya yang terdengar meminta tolong (mengeong terus menerus). Saya harap ini tidak terjadi lagi, meski saya tahu itu salahnya sendiri yang menaiki atap rumah tetangga.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini