Ketika Bloger Disamakan dengan Netizen


[Artikel 89#, kategori bloger] Sungguh terlalu bila ada lagu bang Rhoma yang terdengar di telinga melintas begitu saja. Bloger meski bagian dari masyarakat pengguna internet yang disebut Netizen, tidak semua dapat disamaratakan. 

Bloger memiliki dunia yang berbeda karena sudah dibekali banyak pengetahuan seperti jurnalis, pemasaran, menulis, etika online dan masih banyak lagi. Mungkin harus dikoreksi dulu, pendapat Anda.

Tiba - tiba saja jadi jengkel dalam sebuah acara yang menyebut bloger itu bla .. bli..blu.. Seolah semua sama, namun reaksi keras saya ini hanya saya bagikan kepada rekan-rekan bloger yang lain yang juga hadir di acara. 

Menyindir orang tersebut yang merupakan jurnalis senior tak ada untungnya. Itu hak dia dan sebagai bloger yang juga sering menyampaikan pendapat lewat tulisan, saya hanya ingin memahami sudut pandang yang dilemparkan dalam sesi diskusi tersebut.

Itu segelintir oknum 

Saya pikir ketika ada orang-orang yang berulah sebaiknya menggunakan istilah oknum. Karena bila semua dianggap sama, maka itu tidak baik. Menyebut istilah bloger, meski dalam ruang lingkup sebuah acara, tetap saja menyinggung semua bloger yang berada di luar acara juga.

Bukan di negara kita, negara luar juga. Banyak bloger yang saya kenal berjuang dengan kerja keras. Mereka mendedikasikan sesuatu yang akhirnya menjadi sebuah passion. Bloger juga sering berkorban untuk usahanya agar dianggap lebih baik.

Gambar : Ilustrasi
....

Saya tidak tahu seberapa berpengaruhnya istilah bloger dengan beliau. Namun saya harap, tidak semua dipukul rata bahwa bloger melakukan hal sama.

Orang yang menyebut diri sebagai bloger sekarang itu sangat mudah. Namun tidak semua bloger dapat dikatakan bloger hanya memiliki sebuah blog.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Flower, Drama Korea Tentang Kehebatan Jang Hyuk yang Selalu Dapat Menyelesaikan Masalah