Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

[Liga Champions] MU 1-2 Sevilla, Gagal Lolos Ke Babak Perempat Final


[Artikel 51#, kategori MU] Sevilla menunjukkan kepada tim siapa mereka dalam 5 tahun terakhir yang sering mengikuti kompetisi Eropa. Sevilla seolah memiliki mental yang levelnya tinggi dan menunjukkan kepada Bos bahwa level tim mereka sudah sekelas Eropa, khususnya Liga Champions. Cih, gaya salah satu tokoh anime yang tidak terima dengan alasan tersebut.

Tidak ada yang tidak sedih ketika tim favorit gagal melangkah lebih jauh, apalagi kalah dihadapan pendukung sendiri. Sangat menyedihkan. Bahkan saya pun tak tertarik dengan berita tentang MU di media sosial maupun berita olahraga pagi harinya.

Kemenangan luar biasa atas Liverpool sebelumnya, seolah memberi kebahagiaan kepada para pendukung mereka bahwa kami (Liverpool) memberi kutukan kepada kalian (MU) untuk tidak lolos. Dan benar terjadi. Tim gagal, dan Liverpool sudah memastikan lolos.

Sebagai pendukung, menyalahkan racikan bos bukan jalan terbaik rasanya kali ini. Banyak mantan punggawa Tim (MU) yang beralih menjadi pundit terus melontarkan kesalahan pada bos, dan memang sebaiknya mereka saja yang punya pengalaman dalam bermain maupun berada dalam kondisi saat mereka dalam tim tersebut.

Lebih baik saya mengambil hikmahnya dari deretan serangan komentator soal permainan tim yang sudah kehilangan identitasnya, yaitu menyerang.

Ya, bila musim ini tim mulus sampai final dan bahkan juara. Mungkin bos akan pergi, seperti hal lumrah yang dilakukannya saat menangani sebuah tim di tahun ketiga selalu pergi.

Itu saja yang saya pegang dan menunggu tahun depan di tahun ketiga bos. Bila tim lebih baik, mungkin Bos dapat bertahan lebih lama. Apapun cara permainannya, saat ini, saya hanya ingin melihat tim menguasai Eropa terlebih dahulu.

Sebagus apapun permainan tapi hanya jalan di tempat, itu juga bukan sebuah kabar bagus tentunya.

Live Tweet 



Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini