Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pada Telat Datang Futsal


[Artikel 15#, kategori futsal] Jumat ini tubuh benar-benar sangat lelah. Tidak ada banyak opsi pergantian pemain seperti biasanya. Keterlambatan bukan menjadi masalah sebenarnya, tapi yang lain pada banyak absen. Seperti hidup, saat tidak bisa, kita hanya harus pasrah dan berserah.

Jumat malam (19/10), beberapa rekan futsal terlambat datang. Tidak seperti biasanya saat telat datang, kali ini benar-benar telat. Beberapa rekan terjebak di jalan karena macet, yang kebanyakan memberi alasan karena ada Presiden datang ke Semarang.

Untungnya sambil menunggu rekan lainnya datang, waktu bermain sudah lewat 30 menit, ada ajakan dari lapangan sebelah yang kekurangan pemain. Saya dan beberapa rekan yang menerima ajakan langsung bergabung. Lapangan kali ini bukan rumput tapi semen, ini sangat berpengaruh rupanya.

Setelah 1 jam berlalu

Setelah dirasa rekan setim pada pas jumlahnya, kami langsung pindah ke lapangan kami yang berlapis rumput sintetis. Hanya ada 12 pemain, yang artinya menaruh 2 pemain cadangan dan sisanya bermain. 

10 menit berlalu, saya sudah kehabisan tenaga. Efek bermain di lapangan sebelah sepertinya. Setelah waktunya pergantian pemain, saya jadi orang pertama yang minta ganti.

Tubuh ini benar-benar tidak bisa dibohongi. Antusias tinggi seolah pergi begitu saja yang sebelum bermain sangat menggebu-gebu.

Pada akhirnya, pemain lain pun memaksakan diri karena keterbatasan pemain pengganti. Jangankan mengganti satu tim (4 orang + 1 kiper), beberapa pemain yang tiba-tiba cedera dan memutuskan pulang lebih awal, sangat merugikan.

Kami benar-benar bekerja keras hari ini. Dan saya yang bertahan dengan nafas sudah di luar batas kewajaran seumuran saya. Memikirkan besok yang sudah ditunggu sebuah acara rasanya perlu kekuatan super. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini