Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sakit Perut Saat Futsal


[Artikel 13#, kategori futsal] Ada cerita menarik futsal minggu terakhir bulan Agustus. Rencana bermain luar biasa akhirnya kalah dengan situasi tubuh yang tidak banget. Kita sering mendengar kisah keberhasilan dan kegagalan seorang pemain bola, namun bagaimana dengan kisah kekonyolan ?

Saya tiba-tiba teringat kapten Real Madrid, Ramos, yang meminta izin wasit ditengah pertandingan yang tengah berlangsung ingin ke toilet. Konyol rasanya untuk sekelas pemain dunia meski harus diakui itu manusiawi.

Jumat malam (31/8), seperti biasa waktunya bermain futsal. Hari itu rasanya sangat apes dengan kondisi tubuh yang mengalami sakit perut. Saya sudah menduganya bahwa ini bisa terjadi bila tak jauh-jauh hari mengkonsumi obat pelancar buang air besar (BAB).

Yap, benar. Ini terjadi juga akhirnya. Mengkonsumi obat ini sebaiknya jangan pas besoknya punya kegiatan penting atau ditunggu-tunggu.

Meski sore harinya perut masih aman saat digeber datang ke acara pegiat seni yang berlangsung di Taman Budaya Raden Saleh, perasan tidak enak ini akhirnya membuat saya terjebak di lapangan.

Pikiran kacau, konsentrasi buyar, semua feeling hilang begitu saja. Kamar mandi yang ada di tempat futsal beberapa kali digunakan, tapi tak bisa melancarkan hasrat.

Ini pelajaran penting buat saya atau siapa pun, saya pikir kelakuan ini hanya saya saja, untuk menjaga kondisi sebelum bertanding.

Selain faktor konsumsi obat pelancar BAB, kondisi rasa lelah sebelum bertanding dan menjaga perut kenyang karena ingin makan juga sangat perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, saya tidak optimal bermain. Padahal melihat perempuan cakep yang sedang menemani pasangan (orang lain yang sedang main di lapangan sebelah) seharusnya memberi semangat.

Tapi, kadang memikirkan keadaan dulu saat memiliki si dia yang juga dulu sering diajak ikut ke lapangan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger