Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

La Lu Lana


[Artikel 11#, kategori kucing] Saya berharap menemukan pengasuh untuk ketiga kucing yang saya namai Lala Lulu dan Lana ini (La Lu Lana). Umur ketiganya sudah 1 bulan lebih hingga tulisan ini saya buat.

Semakin hari, saya menyayangi mereka. Wajar ketika masa anak-anak yang masih lucu-lucunya menjadi daya tarik tersendiri. Gemes, dan tidak ingin berpisah rasanya.

Pemberian nama mereka tak ada sesuatu yang spesial untuk dikenang atau memiliki sejarah. Nama mereka meluncur begitu saja dalam pikiran beberapa hari sebelum tulisan ini saya posting di blog.

La Lu Lana, mungkin cara menyebutnya saja yang terdengar mudah dan enak terdengar. Ketiganya tidak murni berbulu warna putih (persia), mengingat sang induk kawin dengan kucing biasa.

Menunggu pengasuh

Lulu dengan induknya (Pupu)

Jujur, saya sendiri bukanlah seorang maniak kucing atau orang yang benar-benar menyukai kucing (merawat hingga ke dokter). Saya hanya terlibat dalam momen beberapa tahun lalu dari tuan rumah yang dulunya diberi kucing oleh temannya.

Si tuan rumah tidak lagi mengurusi kucing-kucing dan saya yang berakhir mengurusin itu semua (keluarga Tinky Winky).

Ketiga anak kucing ini seperti anak kucing sebelumnya akan saya berikan bila ada yang mau mengasuhnya. Alasan saya sederhana melepaskan mereka, yakni sudah terlalu banyak kucing di rumah.

Saya memikirkan bagaimana pendapatan saya yang tidak besar untuk seorang bloger dapat membiayai makan semua kucing.

 Bermain bersama si Papay (adek dari si induk)
Masih kurang 1 lagi yang jarang mau bareng, yaitu si ibu rumah tangga (Tinky)
..

Salah satu keuntungan memelihara kucing adalah kita memiliki teman. Kadang waktu senggang kita yang tak berguna atau galau, dengan bermain bersama binatang peliharaan seperti kucing, dapat memberikan hal positif dan juga menyenangkan.

Saya harap, La Lu Lana segera menemukan pengasuh barunya.
*Lihat foto-foto album keluarga #TinkyFamily di sini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini