Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

[Futsal] Dorongan Semangat 45! Berharap Datang lagi


[Artikel 12#, kategori futsal] Tidak mudah mendapatkan perasaan seperti yang saya alami di salah satu jadwal futsal saya hari Jumat. Dorongan semangat 45 (Merdeka) membuat kemampuan saya yang sudah dititik nadir, dapat menembus batas nafas saya untuk terus bermain.

Mungkin kamu tidak mengerti tentang apa yang saya maksud, kecuali kamu memang pemain futsal. Namun secara garis besar, kamu dapat memahami bahwa permainan saya meningkat dan perasaan lelah yang terjadi 15 menit setelah bermain, tidak terasa sama sekali.

Dorongan perasaan itu bisa saya rasakan saat kata-kata dalam diri saya masuk ke otak dan mencernanya menjadi sesuatu yang mirip vitamin.

Saya yang biasanya kehabisan energi, faktor umur, tiba-tiba sangat agresif dan mampu menunjukkan permainan seperti dulu yang begitu aktif bermain di jamannya.

Namun menimbulkan perasaan itu kembali tidaklah mudah rupanya meski cara memotivasinya tetap sama. Ibarat percikan api yang menemukan bensin, maka langsung cepat kebakar.

Sayangnya itu tidak terjadi lagi. Api yang coba dinyalain tidak menemukan bensin yang sedang ditunggu. Saya berharap menemukan momen itu kembali.

Apakah kamu pernah merasakan dorongan itu juga? Saat tubuh sudah mencapai batas maksimum, nafas yang sudah tidak karuan dan detak jantung yang seakan meledak, semangat 45 yang dinanti mampu menghilangkan rasa kekhawatiran.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini