Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pacaran Dengan Blogger Terkenal


[Ini adalah artikel ke-4 kategori lucu] Bagaimana rasanya punya hubungan dengan orang terkenal, meski tidak terkenal banget. Setidaknya menurut mereka, dia terkenal. Ada perasaan bangga pastinya.

Ini bukan cerita saya, cuma kebetulan saya yang ada diposisi pasangannya. Dan saya sedang mengenang kisah ini pas kebetulan terlintas begitu saja.

Tersenyum sendiri

Hubungan kami memang berjalan tidak begitu panjang. Saya sebenarnya tidak ingin melepaskan, tapi si wanita sendiri yang menginginkan. Mengapa saya tidak mengejarnya seperti film-film Bollywood? LDR, saya sangat benci dengan kata ini.

Dalam perjalanan kisah Asmara kami, saya tak sengaja membaca blognya. Maklum, anak blogger juga. Bagi saya, membaca blog pasangan adalah mendengarkan suara hati yang tidak pernah ia katakan. Makanya saat pacaran dengan anak blogger, kadang rindu itu hanya bisa dikatakan lewat kata-kata.

Saya berhenti pada sebuah kalimat yang membuat saya tersenyum sendiri. Ia menulis dengan rasa bangga bahwa ia memiliki pasangan seorang blogger. Meski tak terkenal-kenal amat senatero negeri, tapi untuk lokal, setidaknya ia lumayan dikenal.

Perasaan saya? Geli bercampur senang. Ada yah yang begini harus diceritakan juga. Apakah ini dari lubuk terdalam yang bisa mempertahankan kisah selanjutnya.

Ini jawaban saya 

Kisah kami memang sudah berakhir, jadi jangan kepo deh. Saya ingin memberi jawaban atas apa yang ditulis waktu itu. Entah, apakah postingan tersebut sudah dihapus atau belum, saya harap belum.

Hey sayang (mantan),

Saya nggak percaya bahwa kamu harus menuliskannya seperti itu. Jujur, itu aneh tapi saya sangat berterima kasih atas penghargaan tersebut.

Saya sangat bangga. Bangga sebagai pasangan kamu dan bangga dengan prinsip saya sebagai seorang blogger. Saya tahu kamu begitu kaku saat bicara karena kita juga tidak lama menjalin hubungan, tapi setiap membaca tulisanmu, saya sudah lega.

Terima kasih, sayang (mantan).

...

Beberapa tahun kedepan, apabila saya masih membaca ini, saya berharap masih bisa tersenyum. Bahwa saya punya kisah hubungan yang menarik seperti ini.

Dan buat dia, semoga hidup bahagia dengan siapa pun pilihannya. Saya tahu, sekarang ia berada dipelukan ibukota. Suatu hari saya ingin sekali bertanya langsung kepadanya, bagaimana perasaannya saat ia menulis begitu.

Komentar

  1. blog nya si mantan apa sini kasih tahu, nanti aku sampaikan jawabanya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. halah.... rahasia. hihi
      Terima kasih sudah mampir

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini