Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hari Pertama di Acara Zenvolution Indonesia : Salah Kostum


[Ini adalah artikel ke-20 kategori aktivitas] Melihat timeline yang sudah jadi trending pasti itu menyenangkan, terutama buat pemilik acara atau blogger yang hadir. Saya malah khawatir, sebagian orang pasti ada yang tidak suka dan melihat betapa enaknya kami yang hadir di sana.

Akhirnya, kami tiba di Bali. Jarak tempuh Semarang - Bali cuma 1 jam 45 menit menggunakan pesawat. Dan jangan lupa, ada perbedaan waktu antara Indonesia Barat dan Tengah. Pukul 8 pagi, saya berhasil menginjakkan kaki di pulau Dewata.

Hari ini (Rabu pagi, 7/9/2016), saya membawa koper dan tas laptop. Saya pikir, koper kecil yang saya bawa bisa masuk ke dalam bagasi penumpang. Ternyata harus berada di bagasi barang. Saya baru tahu kalau pesawat Wings Air, bagasi penumpangnya kecil. Hanya muat tas laptop saja.

Langsung menuju lokasi

Blogger pertama yang saya temui di Bali adalah Gie Wahyudi yang hadir dengan rombongan Jakarta. Lumayan banyak perwakilan yang hadir. Dan saat menunggu, saya bisa ketemu Mariana dan Rosid. Hmm..akhirnya bertemu juga dengan mereka.





Setelah mengurus berbagai registrasi, kami semua diberangkatkan menuju lokasi acara utama dengan bus yang sudah menanti. Ada kejadian lucu di sini saat naik bis.

Seharusnya rombongan yang berangkat adalah Jakarta, namun karena yang dari Semarang terutama jurnalisnya ikut nimbrung, saya pun ikut-ikutan naik bus mereka. Saya meninggalkan teman-teman blogger Semarang yang hari ini datang sekitar 7 orang (termasuk saya).

Kami akhirnya tiba di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC). Suasananya masih sepi, mengingat acara utama akan dimulai setelah jam 12 siang dan kami tiba baru pukul 9 pagi. Nunggu lama deh.



Salah kostum lagi

Entahlah mengapa selalu terjadi salah kostum dengan saya. Karena langsung di drop menuju lokasi acara, tas dan koper sudah ditinggal di bis dan dibawa ke hotel, saya lupa mengganti pakaian yang pantas untuk acara utama siang ini. Semua pakaian ada di koper, dan kopernya udah dibawa ke hotel.


Ya, saya geli sendiri dengan pakaian celana pendek saya ketika harus melihat ratusan undangan yang hadir menggunakan celana panjang dan tampak rapi semua. 

Beberapa jam, saya melihat orang-orang belum ada yang menggunakan pakaian seperti saya. Dan setelah makan siang, akhirnya saya melihat ada yang pakaiannya sama seperti saya. Lega rasanya.

Ada 500-800 undangan yang hadir

Selain blogger dan jurnalis yang hadir dikategorikan media, undangan juga dihadiri oleh dealer-dealer Asus yang ada diseluruh Indonesia. Termasuk juga komunitas Zenfone dan gadget.


Selama acara, saya tak mengamati betul bagaimana rangkaian acara dimulai. Saya sudah takjub duluan dengan suasananya. Ini lebih keren dari acara setahun lalu bila membandingkan kemasan acaranya.


To be continue...

...

Jujur, saya ingin bercerita lagi sebenarnya. Tapi artikel ini sudah kepanjangan menurut saya. Mau nggak mau, saya harus menyesuaikan dengan tema blog juga yang kecil ini.

Selanjutnya, saya akan ceritain apa saja yang terjadi di dalam ruangan. Termasuk harga resmi produk Asus seperti Zenfone 3 di Indonesia. Memang Anda sudah membaca dari kemarin harganya dari ulasan-ulasan postingan lain. Yang pasti kurang lebih sama.

Sampai tulisan ini dibuat, saya posisinya masih di dalam ruangan dan akan berlanjut ngopi-ngopi. Kemudian dilanjut acara lagi hingga malam hari. Pukul 10 malam kalau nggak salah, baru kami bisa istirahat di hotel. Ini benar-benar melelahkan tapi menyenangkan.

Artikel terkait :


Komentar

  1. Acara launch Zenfone 3 menurutku terkeren sejauh ini. Kayaknya belum ada merk lain yang launch produknya di Indonesia sebesar ini acaranya. Waktu OnePlus launch OnePlus 3 (kalau nggak salah ya) itu pun nggak sebesar ini. Apalagi ini brand internasional yang launch di satu negara aja bukan global launch.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup betul. Mereka luar biasa memang. Semoga bagian marketing nggak diganti, biasanya kalau diganti akan berubah semuanya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger