Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Idul Adha yang Selalu Ramai


[Ini adalah artikel ke-15 kategori Causeway] Seperti tahun - tahun sebelumnya, merayakan Idul Adha di Semarang selalu ramai oleh keluarga yang datang. Saya pikir, lebaran Idul Adha memang khusus buat saya. Tidak seperti Idul Fitri yang selalu sepi.

Setelah pulang dari Bali, rumah sangat ramai. Keluarga besar si pemilik rumah, Ortu Difa, pada datang semua. Full skuad dan lengkap. Oh ya, tahun ini keluarga semakin banyak. Ada suami Karin dan anaknya yang tahun ini merayakan bersama.

Keramaian ini berbanding terbalik dengan keramaian keluarga sendiri yang ada di Samarinda. Terutama, Mamah yang masih dalam tahap penyembuhan. Untunglah dukungan keluarga di sana, membuat beliau tetap semangat. *Maafkan saya belum bisa jadi anak berbakti.


Semoga semua diberi kesehatan

Saya senang dengan keadaan ini dan berdoa buat semuanya, terutama ortu Difa dan keluarga di Samarinda. Semoga diberi kesehatan, panjang umur dan murah rejeki.

Doakan saya juga untuk tetap semangat menyelesaikan apa yang belum saya selesaikan. Apa yang saya mulai harus bisa saya pertanggung jawabkan.


I love my family!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini