Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak Makan Mewah

[Artikel 14#, kategori kuliner] Tidak seperti apa yang kamu bayangkan tentang saya yang terlihat menderita. Terkadang saya juga bisa merasakan kemewahan dan saat itu rasanya luar biasa. Tanpa disangka, saya dihubungi seseorang dan malah disuruh makan makanan yang saya anggap sangat mewah.

Saya gelisah, mau ngajak siapa untuk slot sisa dari undangan tempat makan yang saya terima kemarin. Apalagi makanan Jepang, saya tahu brand ini dan juga pernah saya kunjungi tahun 2021. 

Pada nggak bisa

Tentu yang saya ajak ini adalah perempuan. Saya tidak suka mengajak laki-laki karena porsinya juga hanya untuk berdua 😋. Kalau ramai-ramai lebih dari 5 orang sih, tidak masalah.

Hari H yang disepakati ternyata dibatalin beberapa jam sebelum pergi. Ternyata dia masih ada aktivitas dan posisinya juga tidak sedang di Kota.

Alternatifnya, saya mengajak yang lain. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati hidangan dengan sendirian, meski bila tidak jadi pun tidak masalah.

Sial, sama juga dia nggak bisa. Sepertinya komitmen dengan kekasihnya begitu besar sekarang. Padahal sebelum-sebelumnya, ia masih bisa diajak jalan. Perempuan, ngaku setia saat mereka bahagia. Namun saat bad mood, mereka mencari alasan untuk menghilangkan.

Makan mewah

Yasudahlah, saya pergi ke cabang kedua resto yang bernama Katsunyaka di Tembalang. Imajinasi saya masih cabang pertama yang ada di Pleburan, yaitu bisa makan di tempat. Ternyata salah, itu pesan langsung bawa pulang.

Saya tahu di sana hanya melayani takeaway sebenarnya, namun melihat info di google map, kirain bisa. Syukurlah dia tidak jadi ikut, bakal canggung suasananya nanti.

Ada 2 makanan yang diberikan, plus tambahan lain seperti sup dan puding. Postingannya sudah dirilis di blog dotsemarang, klik di sini jika penasaran. Ini makanan mewah untuk saya secara pribadi yang biasanya hanya mengandalkan uang 5 ribu dalam sehari.

Tidak menyangka bisa berubah juga situasinya. Seperti roda berputar, terkadang ada di atas dan terkadang di samping atau di bawah. Saya menikmati semuanya dan bersyukur bahwa saya mengalaminya.

...

Mungkin kamu juga pernah mengalami, titik bawah dan besoknya di atas. Saya mengerti, itu adalah perjuangan dan harus tetap waras. Pesan saya, bertahanlah. Tuliskan bila perlu bagaimana diri kita berada di titik bawah. 

Terkadang itu menyenangkan kala ingatan tetap ada, meski ingin dilupakan saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini