Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Matic dan Mata, Sebuah Tepuk Tangan Tanda Perpisahan?

[Artikel 106#, kategori MU] Ada cerita apa pekan ke-35 saat MU melawan Brentford di kandang sendiri, Old Trafford? Menang, sudah seharusnya. Ronaldo cetak gol dan rekor lagi, gak ada habisnya. Dua nama yang jadi judul ini adalah jawabannya.

Selasa dini hari (3/5), MU menjalani laga kandang terakhir di liga Inggris. Saya yang udah skeptis menonton pertandingan, masih sempat menengok babak kedua pertandingan berjalan.

Pemain senior

Matic dan Mata ternyata bermain sejak awal. Kaget juga, dan ternyata tim menang besar hari ini. Sayangnya keduanya tidak menyelesaikan pertandingan karena ditarik keluar babak kedua.

Mata yang sudah bergabung sejak bulan Januari 2014 dari Chelsea adalah pemain yang saya sukai karena karakternya sebagai pemain tipe fantasista.

Sayang di era sekarang, tipe pemain ini sudah terpinggirkan. Lihat saja Ozil yang harus bermain hingga sampai ke Turki. Lagian MU punya Bruno yang masih segar.

Mata sendiri kontraknya bakal habis pada bulan Juni. Sedangkan Matic akan pergi musim ini. Kabar yang berhembus, pemain yang bergabung dari Chelsea tahun 2017 ini akan bereuni dengan Mourinho.

Keduanya sangat fantastis, terutama perannya. Faktor umur dalam sepakbola modern memang jadi pertimbangan, meski Ronaldo membuktikan bahwa itu salah.

Terima kasih, Matic dan Mata.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini