Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ada Apa Dengan Ronaldo?

[Artikel 9#, kategori fantasista] Sabtu malam, tanggal 26 Februari 2022, Manchester United menjamu Watford dan saya prediksi pasti menang. Secara gitu, perbedaan level. Namun yang terjadi? Tim bukan saja ditahan imbang dengan skor 0-0, tapi pemandangan sepanjang pertandingan yang menyorot seorang Ronaldo? 

Manchester United harus puas berbagi skor dan menutup akhir bulan Februari tanpa kemenangan. Sebagai fans, itu kabar kurang bagus. Untungnya disiarkan di SCTV, hemat kuota jadinya. 

Ada apa dengan Ronaldo?

Tidak adil mengkambinghitamkan seorang Cristiano Ronaldo hanya untuk satu pertandingan ini. Semua harus bertanggung jawab. Mungkin saja intruksi pelatih yang harus dilakukan atau mood Ronaldo yang sedang tidak baik saja malam ini di Old Trafford.

Ya, ini soal penampilan. Ronaldo seperti pemain amatiran, maaf. Selama pertandingan, ia beberapa kali melakukan kesalahan. Mulai dari dribling yang mudah direbut, umpan yang salah dan tendangan ke gawang yang sepertinya memberi kesempatan kiper lawan jadi pemain terbaik.

Mudah ditepis, kekencangan (shoot), keluar gawang dan sebagainya. Posisinya pun kerap mudah terbaca dan salah. Ini bukan Ronaldo yang biasanya, terlalu banyak kesalahan.

Sebagai fans yang menyukai Manchester United di era David Beckham, saya bertumbuh dengan menyaksikan Ronaldo muda melakukan debutnya.

Soal prestasi, tidak perlu ditanya. Sudah berada di level teratas sebagai pemain dan hanya Lionel Messi yang bisa dianggap setara.

Hanya saja, malam ini saya tidak melihat Ronaldo yang biasanya. Sesulit apapun pertandingan, hanya untuk menendang bola atau mengoper, Ronaldo banyak melakukan kesalahan. Padahal itu dasar permainan. Malam ini, terasa sangat berbeda.

Sebuah piala

Entah, apakah ini tanda-tanda untuk lekas pensiun. Namun saya harap masih bisa menyaksikan pemain nomor 7 kebanggaan ini mengangkat sebuah piala di Manchester United.

Ia kembali datang ke klub adalah luar biasa. Rasa hormat dan mencintainya bagi seluruh fans MU memang tidak sebanding dengan harapannya untuk memperbaiki.

...

Kami tahu, pertandingan hari ini tidak mudah dan membuatmu frustasi. Sebagai fans Anda, kami peduli. Kembali lah dengan karakter Anda pertandingan berikutnya. Kami tetap bersama Anda

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini