Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Akhirnya Ke Jogja Juga

[Artikel 100#, kategori catatan] Yang dihindari, malah datang menghampiri. Jika selama ini hanya melihat orang bawah pergi ke Jogja beberapa tahun terakhir, sekarang malah saya yang mau tidak mau akhirnya ke Jogja juga. Bismillah.

Langit seperti merestui kepergian saya dan pemilik rumah pergi ke Jogja hari ini, Rabu pagi (2/2), di awal bulan Februari. Karena sudah punya SIM A, saya yang menyetir dari Kota Semarang sampai tujuan (Jogja).

Akhirnya

Tidak ada yang istimewa sebenarnya. Yang menjadi berbeda dan menarik untuk saya ceritakan adalah tentang akhirnya. Semua kisah berubah 180 derajat ketika si orang bawah pindah kerja. Sekarang dia ada di Purwokerto

Saya yang lebih senang berdiam di rumah, mau tidak mau harus menggantikan tugasnya untuk pulang pergi ke Jogja kala si pemilik rumah datang atau pulang ke Samarinda.

Menarik nafas...duh.

Bicara dalam perjalanan

Saya menikmati perjalanan pulang pergi. Banyak cerita yang kami diskusikan dari yang tidak penting hingga yang penting. Dengan perjalanan ini saya jadi tahu update tol terbaru yang selama ini hanya itu-itu saja.

Yang paling menyenangkan dalam perjalanan adalah saat pulang. Saya tidak mengarahkan kendaraan masuk ke tol, malah ambil jalan biasa yang menghabiskan waktu 4 jam lebih.

Karena ada orang yang numpang dan tinggal juga di Kota Semarang, perjalanan terasa lebih cepat karena banyak hal kami bicarakan. Menyenangkan juga.

...

Selalu ada yang dikorbankan ketika ada yang dipilih. Saat perjalanan dan nginap 1 hari di Jogja, beberapa kegiatan di Kota Semarang terpaksa dilepas.

Termasuk pekerjaan yang keteteran karena waktunya banyak dihabiskan untuk slot yang lain.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini