Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bertahan 5 Menit Saja

[Artikel 92#, kategori futsal] Mungkin karena kurang istirahat saja. Apalagi baru pulang dari Jogja. Hari ini main futsal terasa banget tubuh menderita. Nafas sudah tidak teratur dan detakan jantung semakin berdendang, saya memutuskan keluar. Padahal baru main 5 menit.

Niat besar saya akhirnya kalah. Saya minta diganti dan segera merebahkan tubuh saya setelah keluar. Teman-teman sampai khawatir karna saya tidak biasanya.

Keringat terus mengucur tubuh dan kepala saya pening rasanya. Namun keputusan keluar secepatnya dari lapangan membuahkan hasil. Perlahan namun pasti, tubuh saya mulai membaik.

Main lagi

Kamis minggu pertama (3/2), saya masih tidak ingin menjadi kiper. Namun tetap saja saya mengambil peran tersebut.

Saya sudah kembali di dalam lapangan setelah beberapa pertandingan dilalui. 

Kekhawatiran sirna juga karena menjadi kiper tidak begitu menguras fisik. Berbeda dengan posisi lainnya, saya banyak berlari ke sana kemari.

...

Alhamdulillah, saya melaluinya dengan baik-baik saja meski sempat deg-degan. Entah karena tubuh lelah atau juga karena sebelum berangkat futsal, saya minum obat masuk angin.

Saya pikir perjalanan jauh, khawatirnya tubuh gak maksimal karena masuk angin. Malah sebaliknya, itu membuat jantung saya tidak karuan.

Entahlah.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini