Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tersingkir Dari Babak 16 Besar UCL, MU Puasa Gelar Lagi

[Artikel 103#, kategori MU] Seperti sebuah prediksi, main Manchester United semenjak era Rangnick juga masih sama seperti saat Ole jadi pelatih. Hari ini menang, besok kalah, dan esoknya menang. Begitu seterusnya, dan wajar pertandingan melawan Atletico Madrid saya sangat pesimis meski dimainkan di kandang sendiri.

Rabu dini hari (16/3/22), demi menyaksikan pertandingan lanjutan liga Champions, saya rela memangkas jam tidur. Padahal pulang futsal jam setengah 11 dan baru tidur setengah 12. Kurang dari 4 jam sebelum pertandingan dimulai (03.00 wib).

Permainan yang membosankan

Setelah rela bangun lebih awal, telat juga ternyata menyalakan televisi, menyaksikan jalannya pertandingan terasa hambar. Permainan seolah tidak menarik meski saya tahu para pemain terus berusaha.

Kapten masih dimainkan oleh pelatih, padahal sudah beberapa kali melakukan blunder. Kalau gini, mudah mencari penyebab MU gagal lolos nantinya. Keputusan ada di tangan pelatih, maka ia yang seharusnya bertanggung jawab.

Yang diprediksi akhirnya benar-benar kenyataan. Atletico mencetak gol sebelum babak pertama berakhir dan itu sangat mudah sampai-sampai De Gea tidak banyak bereaksi.

Gagal lolos

Akhirnya saya mematikan televisi juga meski bisa menghemat kuota yang biasanya nonton streaming. Gimana lagi, pesimis itu semakin membesar. Dan tim juga tidak berkembang sama sekali.

Masuknya Juan Mata yang sama sekali jarang dimainkan saya pikir bisa memberikan perbedaan. Nyatanya sama juga. Saya menyukai Mata, apalagi dia adalah pemain senior.

Sambil bekerja, mata saya tetap menatap layar. Menyedihkan memang melihat pertandingan, tapi saya tetap menontonnya lewat handphone (streaming).

Prit.... tanda bunyi peluit wasit berbunyi. Pertandingan berakhir dengan skor tetap 1-0 untuk keunggulan Atletico Madrid. Ada apa dengan tim hari ini?

...

Sebagai tim besar dan punya pengaruh luar biasa, linimasa seperti biasa membicarakan Manchester United. Namun ada kata terselip diantara daftar trending, yakni nama Mourinho.

MU terakhir kali juara ternyata pada saat diasuh oleh Mourinho. Sudah 5 tahun berlalu, dan MU masih saja sulit memegang piala. Menyedihkan! Praktis tahun ini tidak ada satu pun gelar yang diraih.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger