Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bulan Maret Musim Jambu, Buahnya Besar-besar

[Artikel 9#, kategori buah] Akhirnya lega juga setelah membuka buah jambu, isinya bagus tidak ada ulatnya. Yang buat makin senang adalah buahnya besar-besar. Panen nih kita.

Kabar baik, semoga saja ini juga pertanda baik yang datang di bulan Maret. Apalagi bulan Maret masih panjang. 

Buah yang besar

Rasanya ini kali pertama melihat buah jambu yang tampak besar ukurannya dari musim buah sebelum-sebelumnnya. Warnanya yang merah merekah membuat mata tiap orang yang melewati selalu terpana.

Syukurlah tidak ada ulatnya

Pohon jambu tidak dirawat dengan spesial, bahkan sempat mengalami musim yang banyak ulatnya. Jadi musim jambu kali ini lebih menyenangkan.

Menikmati dengan cara berbeda

Menyenangkan menyajikan seperti ini

Stok di dalam kulkas masih ada 2 wadah. Ya, banyak juga. Daripada makan satu persatu, kali ini saya menikmatinya dengan cara berbeda.

Meski punya mesin blender, saya hanya memotong buah jambu hanya dengan pisau. Mengirisnya menjadi kecil-kecil, lalu mencampurkannya dengan susu. Ada gula juga sedikit.

...

Menyenangkan rasanya memiliki pohon jambu di depan rumah. Memetiknya kala berbuah dan menikmatinya kala merekah. Nikmat apa lagi yang kau dustakan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger