Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Komplit! Sudah Vaksin 3

[Artikel 38#, kategori kesehatan] Mungkin bisa dibilang juga, salah satu alasan akhirnya memutuskan vaksin ketiga adalah kebijakan baru Pemerintah yang resmi menjalankan aturan perjalanan terbaru bagi penumpang domestik menggunakan pesawat terbang, kapal laut, kereta api dan transportasi lain tanpa harus wajib tes PCR & Antigen.

Pagi ini, Sabtu (12/3/22), saya akhirnya vaksin ketiga dengan lokasi penerima adalah Bugangan. Sedangkan yang pertama dan kedua adalah Padangsari. 

Jika yang pertama dan kedua berada di Tembalang, Semarang atas, maka yang ketiga berada di Semarang bawah. Tepatnya di sekitar Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto, tapi bukan di dalam rumah sakitnya. Tapi di depannya, sebelah Indomaret.

Khawatir

Semenjak jadwal vaksin ketiga sudah diumumkan lewat aplikasi Pedulilindungi bulan Februari kemarin, saya sedikit khawatir ketimbang vaksin 1 dan 2. Entahlah, kenapa saya cemas.

Keraguan semakin bertambah karena beberapa rekan futsal ada yang mengalami sedikit nggak enak badan yang membuat mereka membatalkan waktu bermainnya. 

Dan juga, tipe vaksin yang diberikan juga berbeda dari yang pertama dan kedua. Ini jadi alasan lain untuk tidak vaksin di bulan Februari.

Soal waktu juga berpengaruh. Saya belum menemukan waktu yang tepat, bila melakukan tengah pekan, rasanya bakal mengganggu saat saya harus bermain futsal.

Vaksin 3 komplit

Kekhawatiran itu sirna kala hati mulai mantap. Jika tidak sekarang, kapan lagi. Dan kebenaran waktunya tepat, akhir pekan. Ada jeda beberapa hari waktu pemulihan sebelum main hari Selasa.

Saat tiba di lokasi yang lebih mirip rumah, saya pikir akan mengantri lama. Ternyata yang mendaftar lewat website victori.semarangkota.go.id tidak banyak pagi ini.

Ya, masyarakat di Kota Semarang untuk bisa vaksin harus mendaftar lewat website tersebut. Mulai dari dosis pertama hingga ketiga, semuanya ada. Termasuk lokasi dan waktunya.

Setelah menyerahkan fotocopy KTP di meja pendaftaran, saya kemudian menunggu. Eh...tak berapa lama nama saya dipanggil. Pemeriksaan seperti biasa, dan kemudian disuntik yang kali ini tidak berasa ada jarum masuk.

Meski tidak berpengaruh apa-apa setelah beberapa waktu setelah ada di rumah, kekhawatiran yang dirasa membuat saya memilih beristirahat saja ketimbang langsung berhadapan dengan laptop.

Meski hanya sebentar memejamkan mata, rasanya sudah cukup untuk menuntaskan beberapa pekerjaan.

...

Yeah! Komplit juga vaksin ketiga. Kondisi saya sangat baik, tidak begitu mengkhawatirkan seperti apa yang teman katakan. Lagi-lagi imun seseorang berpengaruh. Kalau kamu rajin berolahraga, seharusnya aman saja.

Yang belum, segera yuk!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini