Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Recovery

[Artikel 35#, kategori kesehatan] Tidak menyangka efeknya lebih berat dari sebelumnya saat selesai mengikuti kegiatan famtrip. Butuh 2 hari tubuh ini kembali normal. Semoga besok (awal bulan), saya sudah siap kembali menyapa datangnya bulan baru.

Saya sampai di rumah Jumat malam (29/10) menggunakan ojek online si Maxim. Perjalanan sedikit menegangkan karena jalurnya menurun dari Semarang atas ke Semarang bawah. Dan driver-nya nggak santai membawa kendaraan. Mungkin biasa baginya, tapi tidak dengan saya yang membawa beberapa barang.

Apalagi jarak antara kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang sudah hitungannya luar kota. Jadi tidak heran ongkos transportasi lebih mahal dari perjalanan dalam kota.

Kamu tahu, uang transportasi sebagai biaya kompensasi mengikuti kegiatan hanya tinggal beberapa ribu. Bolak-balik sudah menghabiskan 90 ribu lebih dan sisanya hanya bisa buat beli obat masuk angin.

Recovery

Hal pertama yang saya pikirkan sebelum mengambil bantal guling sebelum tidur adalah minum obat pencahar 'Laxing'. Dua hari berkegiatan, banyak makanan masuk dan proses pembuangan isi perut tidak lancar.

Bangun di akhir pekan kali ini hanya mampu berdiam diri. Tidak ada aktivitas bersepeda. Hanya menyelesaikan tugas-tugas yang sudah rutin dilakukan, seperti update blog, media sosial dan buat konten di platform lainnya.

Minum jahe hingga menambah dosis vitamin B lewat minuman energi terus saya lakukan selama dua hari (Sabtu-Minggu). Tapi tetap saja, tubuh masih terasa lelah.

Ditambah malam minggunya saya bangun di awal karena menyaksikan pertandingan Manchester United. Syukurlah menang, jika tidak saya bisa kesel sendiri bawaannya. Saya bangun setengah satu malam dan setelah itu langsung beraktivitas.

Minggu siang, saya masih menyempatkan tidur siang. Sama seperti hari Sabtu, tapi tetap saja tubuh ini seperti tidak ada tenaganya. Bersepeda pagi hari di hari Minggu pun enggan dilakukan, apalagi ban masih kempes.

Recovery atau pemulihan selama dua hari benar-benar begitu berat. Apakah ini faktor umur atau kurang istirahat saja. 

Terima kasih Tuhan, badan ini masih  dijaga dan tetap diberikan kesehatan. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini