Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Gara-gara Radang tenggorokan, Tidak Minum Kopi

[Artikel 33#, kategori kesehatan] Sudah beberapa hari ini tidak minum kopi. Saya bukan kecanduan atau penggemar kopi sebenarnya, hanya saja untuk bekerja di depan laptop, khususnya menulis, saya membutuhkannya. Karena radang, terpaksa putar haluan.

Ini adalah radang tenggorokan kedua yang saya dapatkan semenjak masa pandemi. Selain kesulitan menelan, juga berakibat ke bagian tubuh lain, seperti kelapa pusing atau bahkan demam.

Entah bagaimana saya mendapatkan radang kali ini. Saya mencoba melihat ke belakang, apa saja yang saya makan. Gorengan? Tidak. Sambel mungkin iya. Minum air dingin sehabis futsal, atau sudahlah.

Ada yang hilang

Saya baru tahu jika radang tenggorokan juga bisa didapatkan karena virus. Yang mengkhawatirkan adalah covid-19 juga salah satunya. Tapi saya terus berpikir positif, radang mungkin dari salah makanan yang saya konsumsi.

Kopi adalah salah satu jenis minuman yang saya pernah baca patut dihindari dulu saat sedang kena radang tenggorokan. Dan saya percaya itu, meski ada artikel baru yang mengatakan kopi tidak ada dalam daftar penyebab radang.

Beberapa hari tanpa kopi seperti ada yang hilang. Setiap bekerja depan laptop, dini hari, pagi, sore/malam, selalu ada kopi yang jadi penyemangat.

Kopi yang dikonsumsi juga hanya porsi sedikit. Hanya membuat konsentrasi bertahan kurang dari 1 jam, setelah itu, dipastikan saya sudah sedang dalam mood baik untuk mengerjakan proses menulis.

Karena radang tenggorokan bisa disembuhkan dengan konsumsi minuman yang ada jahenya, porsi kopi terpaksa saya ganti dulu dengan jahe. Meski melegakan tubuh, tetap saja menghilangkan kebiasaan masih sangat sulit.

Cepat sembuh tubuh ini. Karena saat tubuh tidak baik-baik saja, produktivitas benar-benar terganggu. Sekecil apapun itu. Bulan September masih panjang, saya harap dapat memaksimalkan waktu yang diberikan. 

...

Ini adalah radang tenggorokan kedua tahun ini. Bahkan kali ini juga datang dengan maag, ya benar berarti ini karena makanan yang dikonsumsi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini