Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Permohonan Verifikasi Akun Masih Ditolak Twitter

[Artikel 12#, kategori Twitter] Sepertinya kehidupan saya di Twitter baik-baik saja. Sudah setahun tidak menulis tentang kategori ini di blog. Padahal, banyak yang ingin saya bagikan. Tapi, ah sudahlah. Hari ini saya punya berita kurang baik, ini untuk jadi pengingat di masa depan.

Apa kabar hari kedua bulan September, kamu? Saya harap baik-baik saja, meski itu sulit tentunya. Ah, sama seperti saya. Mengemban misi melupakan dia, tapi sulitnya minta ampun. Ya, biarlah. 

Centang biru Twitter

Ini adalah permohonan kedua saya mengirimkan permintaan verifikasi untuk mendapatkan centang biru di Twitter. Ternyata memang sulit, apalagi orang biasa dan tak ada pengaruh yang luar biasa.

Mendapatkan centang biru adalah suatu kebanggaan tentunya. Selain menaikkan citra atau branding, centang biru membuat si pengguna lebih terpercaya.

Ditolak

Awal bulan September, notifikasi yang masuk ke akun pribadi saya (@asmarie_) menginfokan jika Twitter masih menolak permohonan saya.

Sedih dan berharap bulan depan bisa mengajukan lagi, mengingat batas permohonan setelah ditolak harus menunggu 30 hari. Sama seperti Instagram yang memberlakukan waktunya kurang lebih sama bila ditolak.

Alasan saya mengajukan akun pribadi di Twitter ketimbang akun dotsemarang karena hanya akun pribadi saya saja yang sudah diberi fitur verifikasi akun.

Sedangkan dotsemarang masih belum ada. Sudah beberapa bulan saya tungguin, tetap aja belum dapat. Di Instagram malah udah dapat fitur verifikasi, tapi nasibnya sama saja. Sama-sama ditolak.

...

Tidak mudah memang mengajukan permohonan verifikasi Twitter. Branding saya sebagai blogger dan pemilik blog dotsemarang saja masih belum mampu memberi kepercayaan kepada Twitter.

Saya pikir bisa membantu, tapi tetap butuh perjuangan. Entah kapan saya mendapatkan. Saya harap tidak lelah untuk mengajukan.

Jadi ingat teman Sekolah yang selalu ditolak wanita gebetannya. Selalu ditolak, tapi tak pernah patah arang.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini