Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tas Golf

[Artikel 31#, kategori rumah] Apa yang dipikirkan seseorang kala mendengar golf? Olahraga mahal? Orang kaya atau beritahu saya bila kamu memikirkan dengan seksama. Minggu terakhir di bulan September, ada tas golf baru di rumah.

Pemilik rumah kembali datang, Minggu malam (26/9). Bila beberapa minggu lalu si Bapak, kali ini si bungsu. Kedatangan keduanya memiliki persamaan, yaitu datang dari bandara Jogja.

Olahraga golf

Waktu kecil, saya pernah memiliki bola golf yang berwarna putih. Entah dapat dari mana, mungkin orang tua saya saat itu membawanya dari rumah orang lain.

Beranjak Sekolah, saya sudah tahu bentuk stik golf itu seperti apa. Yang pasti, untuk mukul orang itu bisa langsung berdarah saking kuatnya bahan stiknya.

Sekarang, melihat tas golf terasa biasa saja. Di dalam tas, ada banyak stik beraneka ragam bentuk dan fungsi tentunya.

Entah, kapan saya bisa merasakan memukul bola golf dengan medan rumput hijau yang hanya bisa dilihat dari televisi.

Sebagian orang ada yang menganggapnya sebuah olahraga. Sebagian lagi ada yang membuat jalan untuk menjadikan golf sebagai identitas.

Lho, kenapa jadi cerita golf?!!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini