Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kena Prank

[Artikel 28#, kategori rumah] Mendadak sebuah mobil datang saat saya sedang bersih-bersih (nyapu) halaman depan. Sempat kaget, karena mobil ini bukan punya orang perumahan. Dan ngapain harus memutar di sini (halaman parkir rumah). Namun saat suara pintu dibuka dan suara memanggil nama saya, itu yang membuat lebih kaget. Lho, kok beliau yang datang?

Iya, si pemilik rumah datang. Keluar pintu mobil dengan berkacamata hitam tersebut biasa saya panggil dengan Bapak. Beliau adalah Ayah si tuan rumah yang rumahnya saya tinggali.

Kena prank

Ini benar-benar tidak disangka, mengingat penghuni bawah tidak ada memberitahu saya perihal kedatangan beliau. Apalagi datangnya beliau sendiri dan posisi orang bawah yang sedang mudik bakal jadi cerita sendiri nantinya. 

Beberapa hari sebelumnya, beliau ada menghubungi saya dan mengasih tahu bakal ada orang yang datang ke rumah. Keluarga atau tamu siapa? Pertanyaan ini tidak dijawab sama beliau yang mengabarin lewat pesan WhatsApp.

Dan eng..ii..eng. Yang datang malah beliau sendiri. Kok rasanya saya kena prank. Seperti di video-video YouTube yang selalu jadi konten dengan views terbanyak.

Untungnya nggak ada kamera atau yang merekam. Nggak lucu kan, tahu-tahu disuruh melihat ke sana yang ternyata ada kamera sedang merekam.

...

Pemilik rumah datang tepat jadwal futsal terakhir saya bulan Mei (25/5). Entah kenapa datangnya sendirian. Di mana yang lain. Atau masih nge-prank saya (pikiran dalam batin), sambil celingak celinguk kanan kiri.

Ada-ada saja 😅

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini