Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Makan Jagung Serut Sebelum Bermain Futsal

[Artikel 72#, kategori futsal] Ketika pilihan datang tiba-tiba, apa yang bisa dipikirkan? Terutama isi perut. Rasanya jika dibiarkan berlarut, akan menjadi masalah saat di lapangan. Beberapa saat sebelum menuju lapangan futsal hari ini, Selasa (25/5).

Ini pertama kalinya membawa ginian ke lapangan. Saya kurang persiapan kali ini, khususnya perut yang saya pikir tidak masalah. Setelah keluar rumah, otak saya memproses perut yang terasa kosong.

Akhirnya membelokkan stang motor ke arah mbak-mbak penjual jagung serut. Hanya 5 ribu rupiah saja untuk satu porsi. Lumayan murah kan untuk sekedar menambah karbo agar lebih bersemangat.

Ternyata tidak enak juga

Maksud saya perasaan makan jagung serut sendirian. Beberapa teman tim Selasa ada yang sudah datang. Makan sendirian, lalu ingin menawarkan, hanyalah basa-basi agar terlihat peduli. 

Aslinya benar-benar kelaparan. Dengan sikap acuh tak acuh, saya mempercepat memakan jagung serut yang hanya dikemas dengan gelas plastik khusus.

...

Sepertinya saya harus memperhatikan kadar karbo, alias makan dulu sebelum bermain. Tapi kalau sudah makan, namun tetap lapar, gimana dong?

Jagung serut ternyata tidak habis. Saya masih bisa membawanya pulang ke rumah untuk menghabiskannya. Ada-ada saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini