Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Makan Cumi Malam Takbiran

[Artikel 13#, kategori Lebaran] Tahun ini tanpa makan opor ayam. Sebagai penggantinya beli cumi. Niatnya bisa dimakan sampai lebaran besok, nyatanya hanya sampai bertahan pagi hari saat hari pertama.

Cumi adalah salah satu menu favorit saya. Yang ada di gambar ini beli di warteg. Mana bisa masak sendiri. Paling barter masak itu cuma telur ayam saja.

Lebaran tahun ini tidak mudik lagi. Lezatnya opor ayam terakhir kali adalah saat lebaran tahun lalu. Saya berharap setelah lebaran, saya menemukannya untuk disantap sendiri.

Taruh di kulkas

Beli cuma hanya 10 ribu. Bisa dibuat makan 3 kali saking iritnya. Paling disuka itu biasanya tentakelnya, eh apa itu selain badannya. Yang kayak buntut banyak. Itu bagian enaknya.

Setelah dimakan, sementara ditaruh di dalam kulkas. Dan setelah dikeluarkan untuk dimakan, tidak dipanasi. Antara malas dan lebih enak dimakan dingin. Soalnya nasinya hangat.

Tidak ada yang menyenangkan selain memanjakan diri dengan kesunyian.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini