Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pantang Menyerah

[Artikel 37#, kategori rumah] Seperti ucapannya tahun lalu, jika tahun depan akan kembali mencoba. Saya yakin itu terjadi dan dia datang hari ini untuk kembali mengikuti ujiannya. Semangat pantang menyerahnya patut diapresiasi.

Minggu kedua bulan Maret, hari Jumat pagi (11/3), si bungsu (pemilik rumah) datang ke Semarang. Kali ini sendiri, tidak membawa anak istri. Berarti dia fokus untuk ujiannya saja.

Semangat

Setelah keluar dari bandara, saya mencari tempat sarapan pagi. Terkadang bingung ketika ditanya tempat makan pagi hari yang rekomendasi. Meski cukup banyak, namun karena jarang makan di luar, perasaan selalu hilang saat ingin memberi informasi.

Memiliki segalanya memang menyenangkan, sayangnya syarat tersebut tidak menjamin seseorang untuk bisa lolos seleksi. Bahkan sudah bekerja keras sekali pun.

Saya mengagumi semangatnya untuk kembali. Bila saya, mungkin sudah menyerah karena sadar diri. Perjuangan dan ambisinya sudah terlalu besar, keluarga tentu mendukungnya.

Kami akhirnya tiba di salah satu tempat makan yang berada di dekat stadion Diponegoro. Soto Kudus, lama juga tidak mampir ke sini.

...

Saya tidak tahu harus cerita tentang apa lagi. Yang pasti, rumah tidak sepi tengah bulan ini. Semoga dia berhasil lolos ujiannya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini