Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Panen Jambu Air


[Artikel 15#, kategori rumah] Rupanya bulan Juli masih disukai oleh Jambu Air. Padahal bulan lalu, pohonnya sudah berbuah dan bertahan sampai sekarang. Mari bagi-bagi ke tetangga.

Hari ini sangat berlimpah yang saya dapatkan. Buah jambu air yang berada di halaman rumah tidak berhenti berbuah. Warna merah mudanya yang menggoda tidak mampu membuat saya mengambilnya.

Setelah memetik dan mencucinya, saya menaruhnya di kulkas. Kerumunan anak tetangga, jadi ajang bagi-bagi buah. Mereka menyukainya. Pandemi saat ini memang membuat mereka lebih terlihat ketimbang sebelumnya yang sibuk Sekolah.

Terima kasih Tuhan atas keberlimpahan berkahnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini