Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Nasi Keju 2.0 (Nasi Goreng Keju)


[Artikel 15#, kategori puasa] Setelah 4 tahun, saya baru mendapatkan ide mengembangkan nasi keju yang saya buat menjadi nasi goreng keju. Kalau dipikir, menu ini sudah biasa terdengar. Namun untuk saya, ini adalah pencapaian dari kondisi yang saya rasakan.

Semenjak debut bulan Februari 2016, nasi keju adalah makanan yang menurut saya itu murah meriah dan sangat mudah diolah. Semenjak itu, ketika situasi saya mengharuskan menghemat, saya membuat nasi keju.

Nasi goreng keju

Menu yang saya buat hari ini berevolusi menjadi nasi goreng keju. Kondisi pandemi Corona turut andil yang akhirnya membuat saya sering membuat nasi goreng keju ketimbang nasi keju biasa.


Tidak ada undangan acara, liputan, iklan maupun endorse yang datang ke blog dotsemarang. Sebagai orang kreatif yang mengandalkan blog sebagai ladang pekerjaan utama, itu benar-benar membuat jatuh pengeluaran. Dan akhirnya saya berhutang juga karena makanan kucing sudah habis.

Memikirkan makan apa hari ini, membuat saya berpikir untuk melihat sisa-sisa bahan makanan apa saja yang ada di dapur. Saya tak menyadari bahwa ada beberapa bumbu nasi goreng yang dibeli oleh pemilik rumah.

Hanya mengandalkan intuisi, saya mencoba membuatnya. Lumayan, ada rasanya kali ini hidangan nasi keju. Tentu bosan juga jika harus memakannya setiap hari. Apalagi selama puasa, nasi keju juga jadi menu sahur tahun ini.

Akhirnya saya mencoba membuatnya. Menyalakan kompor, menyiapkan nasi dengan porsi sedang, memotong kecil-kecil keju yang sudah saya beli dan mulai mengaduk-aduk.

Beberapa awal percobaan memasak, saya belum puas dengan rasanya. Tanpa sadar, bumbu nasi goreng tinggal satu bungkus. Saya sendiri terus memasaknya hampir setiap hari. Benar-benar mode hemat sehematnya.

Dan tara, nasi goreng yang saya harapkan akhirnya sudah bisa saya nikmati ala saya. Entah orang lain bagaimana merasakannya, andai, saya memberikannya.





...

Nasi goreng keju tak butuh banyak biaya membuatnya, selama itu ada kompor. Saya beli bumbu lagi yang harganya cuma 2 ribuan dan keju dengan harga 10 ribuan. Dan semua itu, dapat saya nikmati lebih dari seminggu.

Oh ya, untuk nasi tentu sudah ada sendiri. Di rumah, selalu ada nasi yang siap dimodifikasi seperti yang saya lakukan. Kira-kira, evolusi apa lagi yang bakal saya buat?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini