Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menyantap Nasi Ayam, Salah Satu Menu Makanan di Pesawat Garuda


[Artikel 1#, kategori pesawat] Pernah makan nasi ayam dalam penerbangan pesawat? Apalagi itu jadi menu makanan pesawat tersebut. Saya mendapatkan pengalaman untuk pertama kalinya meski sudah berkali-kali menggunakan jasa penerbangan sebagai alat transportasi?

Saya tidak tahu bagaimana kamu yang sudah terbiasa mendapatkan menu ini tiap melakukan perjalanan dengan pesawat, terutama Garuda. Bagi saya, ini seru dan menarik.

Sangat jarang menemukan menu seperti ini selama naik pesawat Garuda Indonesia. Apalagi, akhir-akhir ini seringnya acara ASUS yang memberangkatkan saya selalu menggunakan Garuda.

Paling sering menemukan menu roti untuk penerbangan Semarang - Jakarta, atau sebaliknya. Namun kali ini sedikit berbeda saat saya melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Balikpapan.

Ada 2 menu yang ditawarkan, yang salah satunya nasi ayam. Satunya saya lupa. Tapi penumpang disebelah saya yang berasal dari Korea memesan menu nasi ayam dan menu satunya, yang kalau tidak salah menunya itu ada ikannya.




Nasi yang berwarna kuning mengingatkan saya tentang kuliner khas, yaitu nasi kuning. Apakah ini semacam strategi karena tujuan saya adalah Samarinda? Entahlah. Yang pasti, rasa lapar menutupi kekurangan saya dalam hal mencicipi untuk mengatakan apakah makanan tersebut enak atau tidak.

Selain nasi berwarna kuning, ayam dengan bumbu menjadi bagian penting menikmati hidangan ini yang sudah dikemas sedemikian rupa.

Hidangan penutup adalah puding dengan warna pink. Bagaimana minumannya? Pikiran saya sempat bertanya karena hidangan yang diberikan tidak memasukkan minuman ke dalamnya.

Rupanya ada sesi lain setelah makanan diberikan kepada sebagian penumpang. Seperti biasanya saat saya naik pesawat, Pramugari yang mendorong kereta mini yang berisikan berbagai minuman. Saya memilih Coca - Cola sebagai pelengkap makan siang saat itu.

...

Bila roti biasanya yang menjadi menu utama untuk menahan lapar saat pulang pergi Semarang Jakarta dengan Garuda, kali ini sedikit berbeda dengan dihidangkannya nasi ayam atau dengan menu ikan. 

Saya benar-benar beruntung kali ini (karena acara ASUS) dan mendapatkan pengalaman yang menarik untuk saya bagikan di sini. Andai saya tidak naik Garuda Indonesia, tentu saya tidak menemukan hal seperti ini.

Artikel terkait :
  • Masih edisi pertama untuk label 'Pesawat', maka cukup sampai di sini kamu membacanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini