Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

[Pekan 32 Liga Inggris] City 2-3 MU, Ketika Cemohan Menjadi Cerita Tentang Kepahlawanan


[Artikel 54#, kategori MU] Semua penggemar Manchester United pasti berpikir kekalahan yang diterima dipenghujung pertandingan adalah kesalahan para pemain semacam Pogba dan Smalling. Bahkan drivel Ojek Online yang saya tumpangi pun mengeluhkan hal tersebut. Tapi itu tidak terjadi, indah pada waktunya.

Apa yang terjadi di babak pertama benar-benar rasanya seperti tersambar petir di siang bolong. Gilak, sebuah histeris yang akan saya lakukan bila ada di tribun penonton saat itu.

Pertandingan yang dilangsungkan malam minggu ini (7/4), jam 11 malam, membuat saya harus bergadang. Maklum saja, jam tidur saya yang dibawah jam 8 malam kadang membuat saya bermasalah.

Cemohan di babak pertama, Cerita Kepahlawanan di babak kedua

Saya tidak dapat menyembunyikan fakta bahwa pada babak pertama, Pogba dan Smalling menjadi biang kerok ketertinggalan tim.

Smalling gagal menjaga dengan baik para pemain lawan, sedangkan Pogba? Terlalu lama memegang bola dan akhirnya mudah direbut. Pogba seolah mirip permainannya dengan anak kecil. Entah apa lagi yang menggambarkan kekesalan saya pada waktu itu.

Namun semua langsung dibalik 180 derajat saat babak kedua berjalan. Pogba mengesankan dengan torehan 2 golnya dan Smalling menuntaskan kemenangan dengan golnya. Ya, tim menang dengan kebanggaan yang biasa dilakukan di era bos Alex Ferguson.

Kredit lebih harus diberikan kepada Shancez yang memberikan 2 assist. Semoga ia terus menjadi bagian tim dalam skema formasi yang diterapkan bos (Mou).

Jalannya pertandingan


Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini