Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pulang ke Samarinda


[Artikel 22#, kategori Samarinda] Apakah kamu tahu Gate terjauh yang ada di terminal 3 bandara Soekarno Hatta? Gate 25, menurut saya sudah terjauh namun tetap saja masih ada 1 lagi yang bisa disebut yang terakhir. Hari ini saya sedang berada di sini, menuju kota dimana saya menghabiskan masa anak-anak. 

Selesai sudah acara launching Asus bertajuk Limitless Gaming Max Series dari tanggal 22 April hingga 24 April, dimana acara utamanya ada di tanggal 23 April sebenarnya.

Kesempatan ini juga menjadi anugerah untuk bisa langsung pulang ke Samarinda untuk menghabiskan sisa bulan sebelum menyambut hari jadi kota Semarang ke-471 yang jatuh tanggal 2 Mei besok.

Memang ini kesempatan bagus untuk menengok keluarga yang hampir 3 tahun tidak pulang, namun tetap saja menjadi dilema meninggalkan aktivitas ditengah pekerjaan rumah yang super banyak.

Ya, saya selalu kehilangan konsentrasi untuk menulis blog ketika berada disituasi seperti ini. Maka jangan heran, aktivitas dotsemarang juga tidak se-aktif seperti biasanya.

Saat menulis ini, saya beberapa kali memanfaatkan transportasi online yang ternyata sudah sangat marak di Ibu Kota Kalimantan Timur ini. Bukan hanya Gojek yang menguasai seperti di kota Semarang, Samarinda pun sama.

Bahkan kompetitor mereka, Grab, juga sudah merambah ke sini yang aktivitasnya juga sudah lumayan banyak terlihat saat di jalan-jalan.

Nanti saya bicara dilain kesempatan tentang pengalaman transportasi online ini. Saya harap tidak lupa untuk menuliskannya.

Di sisi lain, jaringan 4G Three dan Indosat juga sudah sangat baik. Terutama Three (3), yang begitu stabil digunakan saat berada di rumah. *Ini juga nanti saya ceritakan dilain kesempatan.

Alasan pulang

Alasan kali ini tidak bisa saya pinggirkan begitu saja. Tuan rumah tempat yang saya tinggali, sebut saja keluarga di Semarang, akan merayakan sebuah pesta pernikahan. Mau tidak mau, saya harus pulang.

Segala aktivitas di sini, benar-benar sibuk yang rasanya menyentuh pekerjaan agak sulit. Saya harap segera balik sebenarnya.

...

Kangaroo Premier, moda transportasi dari Balikpapan ke Samarinda yang harus menempuh sekitar 4 jam-an masih menjadi alternatif digunakan untuk pulang ke Samarinda. Saya pernah mengulasnya di sini.

Dengan terbitnya tulisan ini, berarti saya sudah mengakhiri tulisan tentang label 'Samarinda' yang terakhir saya tulis bulan Oktober 2015.

Ternyata saya baru sadar saat melihat kategori ini, pengunjungnya lumayan banyak.

Mari menikmati keadaan ini dahulu sebelum berperang di bulan Mei di kota Semarang.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini