Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mengenal Istilah Jam Kerja Hotel; Split atau Double Shift


[Artikel 3#, kategori manajement] Mendengar istilah split, pikiran saya tertuju pada fitur video editor yang sering digunakan untuk membuat potongan video. Namun kali ini sedikit berbeda. Istilah ini merujuk pada jadwal atau absensi karyawan, terutama tentang hotel.

Tulisan ini bukan tentang pengalaman saya yang sedang bekerja di hotel. Bukan, bukan. Saya masih tetap seorang pemilik blog saja atau bloger. Istilah ini saya dengar dari Dia.

Sistem shift

Saya benar-benar tidak mengerti awalnya ketika dia bercerita dan menderita karena sistem shift ini. Sebagai anak trainee, ia sebenarnya juga bukan kali ini memiliki pengalaman seperti ini. 

Hanya saja, saya yang ikut mendengarnya merasakan betapa tidak menyenangkan ketika dia mendapatkan jam split dalam kurun waktu tertentu.

Dan sekarang saya sudah mengerti. Dan mencoba memahami segala aktivitasnya ketika ia mendapat giliran jam kerja seperti ini.

Dari blog exxotel.wordpress.com, saya menemukan durasi waktu untuk jam split seperti di bawah ini :
  • 07.00-11.00, dan
  • 19.00-23.00
Memang seperti ini waktunya saat dia bercerita. Pulang malamnya hingga jam 11 itu yang kadang sangat mengkhawatirkan. 

Tidak mudah

Siapa yang tidak terpengaruh dan merasakan ketika dia mulai bercerita saat ia melepaskan keluh kesahnya dampak dari double shift ini.

Ia benar-benar menderita dari biasanya. Sedih, khawatir, berharap dia baik-baik saja meski itu hanya sekedar untuk menghiburnya saja.

Saya sempat berpikir, pekerjaan hotel apakah begitu beratnya seperti ini. Masuk pagi hingga siang, lalu masuk lagi malamnya.

Seiring waktu, jam kerja ini ternyata memang seperti itu. Saya mencoba memahami dan mencari istilah ini di mesin pencari. Dan itu benar-benar ada.

Ini tidak mudah bagi dia, atau siapapun yang baru pertama kali (saya pikir begitu). Termasuk saya juga yang mengkhawatirkan kesehatannya. Saya harap, semua baik-baik saja. 

...

Hari ini saya belajar sedikit tentang dunia perhotelan, terutama jam kerja. Andai saya mendapatkan jam kerja seperti itu, mungkin saja juga ikut menderita. Apalagi tamu-tamu yang begitu banyak untuk diurusin.

Memang tergantung orangnya, motivasi seperti apa yang dapat memberikan kekuatan. Kadang ada orang yang bahagia karena terus bekerja dan sebaliknya menderita karena menganggap itu bagaikan neraka.

Tetap semangat, ya, kamu! 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini