Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tidak Ada Quaker Hari Ini


[Artikel 68#, kategori motivasi] Satu persatu apa yang telah jadi kebiasaan perlahan namun pasti, harus merelakan pergi (hilang). Bahkan sekalipun, itu sangat penting dan jadi teman setiap waktu. Quaker yang tersimpan di dalam toples besar di kamar sudah habis. Pasrah.

Saya merasakan ini. Semacam kebangkrutan yang dirasakan banyak orang. Bedanya, saya hanya tidak ada pendapatan. Bukan karena lupa membayar, lalu disita di pengadilan.

Makanan pengganti sayur

Sudah lebih dari setahun mengkonsumsi makanan dengan banyak serat ini. Tiap bulan, saya selalu membelinya dan menemani di kala aktivitas menulis dini hari.

Quaker saya manfaatkan fungsinya sebagai karbo sebelum mengkonsumi kopi yang dapat membuat saya berkonsentrasi dan tidak ngantuk. Karena bila langsung minum kopi, lambung saya selalu kalah. 

Selain itu, quaker juga saya manfaatkan pengganti serat. Jarang sekali masak sayur di rumah, sehingga alternatifnya adalah quaker. Lumayan bisa bertahan 1 bulan untuk satu quaker ukuran paling besar ini. Dan saya baru tahu ada ukurannya yang kecil.

Tidak ada hari ini

Memang tidak mudah menjalani pekerjaan sebagai pemilik blog saat pandemi sekarang. Produktivitas memang jalan terus, tapi dengan minimnya pemasukan rasanya menyulitkan.

Tidak ada quaker menjelang akhir bulan Juli ini. Entah, bagaimana bulan depannya (Agustus). Saya harap mampu membelinya, meski itu sulit bila memikirkan kebutuhan lainnya. Seperti membeli makanan kucing.

...

Quaker bukan saja jadi alternatif pengganti sayur dan kebutuhan serat. Lebih dari itu, saya lebih berhemat. 

Saya tidak tahu bagaimana menderita versimu. Yang saya tahu, saya lega telah mengeluarkan isi pikiran saya di sini. Kadang masalah kesehatan berasal dari pikiran yang terus-menerus dipikirkan (menumpuk).

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini