Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kebodohan Hari Ini


[Artikel 65#, kategori motivasi] Entah kenapa saya tidak sempurna. Padahal mengusahakan dengan yang terbaik, tetap saja kesalahan itu datang. Saya mengambil hikmahnya saja kali ini. Dan semoga di masa depan, ini tidak terjadi lagi.

Malam harinya, saya berharap baik-baik saja. Entah kenapa dia kembali membuat marah. Saya yang terus berusaha mengerti tetap saja kesulitan. 

Saya tidak tahu jika hal ini adalah peringatan untuk lebih melihat hal lain di sekitar. Saat bangun dini harinya, entah saya yang benar-benar lupa atau itu perbuatan saya, saya melupakan pompa air.

Mesin yang harusnya saya matiin setiap 10 menit dengan alarm ponsel sebagai pengingat, hari ini tidak saya setel peringatannya.

Saya benar-benar menyesal dan marah dengan pertanyaan apakah itu benaran saya. Mengingat saya selalu pakai handphone untuk alarm.

Yasudahlah, mau marah sama siapapun, ini sudah terjadi. Tidak bisa diulang kembali. Yang harus saya lakukan adalah untuk terus berusaha mengerti dengan keadaan saat itu tidak baik-baik saja.

Kebodohan ini biarlah saya terima dan jadikan pelajaran berharga. Berharap saya lebih hati-hati dan tidak lupa lagi.

Apakah faktor umur ?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini